Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 10 Mei 2026
Festival Babi Guling dan Arak Bali Semarakkan Ubud Akhir Pekan Ini
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Suasana libur akhir pekan di Ubud makin semarak dengan hadirnya Beguling Feast Fest (BFF) 2025. Sebuah festival kuliner dan budaya yang digelar pada 17–20 Juli 2025 di Alun-alun Desa Peliatan, Kecamatan Ubud, Gianyar.
Festival ini secara khusus merayakan dua ikon kebanggaan Bali: babi guling dan arak Bali, yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) oleh Kemendikbudristek RI.
Bukan sekadar pesta makan dan minum, BFF 2025 juga menjadi panggung budaya yang memadukan tradisi dan kreativitas. Mengusung tema Honoring Roots, Celebrating Legacy, festival ini merupakan hasil kolaborasi antara Puri Agung Peliatan, Desa Adat Peliatan, dan JA+ Creative.
Direktur Festival, I Gusti Ngurah Wira Satyadharma, menegaskan bahwa BFF tak hanya sekadar selebrasi kuliner. “Ini adalah ruang untuk melestarikan budaya, mendorong inovasi kuliner, dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat lokal. Kami ingin menjadikan festival ini agenda tahunan bertaraf internasional,” ungkapnya.
Tiga Zona, Tiga Cerita
BFF 2025 menghadirkan tiga zona utama yang menawarkan pengalaman berbeda:
1. Kampung Beguling
Berlokasi di Night Market Peliatan, zona ini menyuguhkan 7 warung babi guling pilihan, 14 menu khas Bali dan Nusantara, serta hiburan seni jalanan dan pertunjukan budaya. Tersedia 208 tempat duduk bagi para penikmat kuliner.
2. Kampung Arak
Terletak di area Puri Agung Peliatan, zona ini menampilkan 8 perajin arak Bali, workshop arak-based cocktail, pameran seni lukis dan patung, serta panggung hiburan dan upacara budaya. Kapasitas zona ini bisa menampung lebih dari 300 pengunjung secara lesehan.
3. Kampung Jajanan
Mengisi ruas jalan sisi selatan Puri Agung Peliatan, zona ini menawarkan 20 tenant jajanan khas Bali dan Nusantara. Ada juga atraksi Beguling Live Cooking yang digelar setiap sore, mulai hari kedua hingga hari terakhir festival. Disediakan 96 tempat duduk untuk pengunjung.
Festival ini dibuka dengan parade budaya yang berlangsung meriah pada Kamis (17/7) sore, mengawali empat hari yang penuh cita rasa, kreativitas, dan kebanggaan akan identitas Bali.
BFF 2025 diharapkan bisa menjadi pemantik geliat ekonomi kreatif di Bali sekaligus mempererat hubungan masyarakat dengan akar budayanya di tengah derasnya arus modernisasi.
“Kami ingin BFF menjadi momentum kebangkitan budaya lokal sekaligus ajang kebanggaan masyarakat Bali di mata dunia,” tutup Gusti Ngurah Wira.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 949 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 779 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 598 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 556 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik