Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




FK Unram Prediksi Puncak Covid-19 di NTB pada Agustus dengan 5.800 Kasus

Rabu, 22 April 2020, 22:00 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, NTB.

Tim dari Fakultas Kedokteran Universitas Mataram (FK Unram) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memprediksi, puncak kasus Covid-19 di NTB akan terjadi di bulan Agustus 2020. 

[pilihan-redaksi]
Berdasarkan simulasi yang menggunakan metode penyakit menular SIP ( Suceptible, Infected Recovery) jumlah kasus positif Covid-19 di NTB akan mencapai angka sekitar 5.800 kasus. Hal tersebut diungkapkan Dekan FK Unram, dr Hamsu Kadriyan M Kes Sp THT, Rabu (22/4), menyikapi terus meningkatnya kasus positif Covid-19 di NTB yang sudah mencapai 108 orang.

Dengan memperhatikan jumlah kasus positif, jumlah pasien yang sembuh, jumlah penderita yang meninggal dunia, dan data-data lainnya. Maka tim dari FK Unram memperkirakan puncak kasus Covid-19 di NTB akan terjadi di bulan Agustus 2020.

"Hal ini kalau kita tidak melakukan intervensi dengan baik dan cermat, maka puncaknya betul-betul ketemu di bulan Agustus," terang dokter Hamsu Kadriyan. 

Pihaknya berharap dua bulan atau pada saat Lebaran, adalah waktu tercepat untuk NTB bisa bebas dari Covid-19. Sehingga diperlukan kerjasama guna mencegah bersama-sama penularan virus ini. Dari hasil perhitungan FK Unram dan tim, jika Covid-19 tanpa mendapat intervensi apapun, maka pada bulan Agustus jumlah kasus diperkirakan sekitar 5.800 kasus positif Covid-19.

Dokter Hamsu menambahkan, salah satu hal yang bisa mempercepat penurunan kasus Covid-19 yaitu dengan mempercepat penemuan kasus. Menurutnya, meningkatnya kasus positif Covid-19 di NTB  sebenarnya bagus. Karena Pemda sudah memiliki kemampuan untuk melakukan screening dan deteksi serta mengkonfirmasi kasus positif lebih banyak lagi.

Data-data orang yang beresiko atau rentan terkena Covid-19 sudah dimiliki oleh Pemda. Mulai dari jumlah ODP, PDP, OTG dan lainnya Tim Gugus Tugas sudah berhasil melacaknya dan melakukannya screening. Termasuk kepada warga yang pernah melakukan perjalanan ke Gowa Sulawesi Selatan ini. Dari screening akan diketahui, jumlah orang yang reaktif. Dan berlanjut dengan Swab sebagai metode standar penanganan Covid-19.

Sementara itu Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTB, Najamuddin Amy S Sos MM mengatakan, pihak Pemprov NTB menyediakan empat rumah sakit rujukan utama bagi penanganan Covid-19. Yaitu RSUD Propinsi, RS Selong Lombok Timur, RS Manambai Sumbawa, dan RS Bima. 

Serta 17 rumah sakit rujukan kedua di seluruh kabupaten/kota se-NTB. Dengan jumlah tempat tidur ruangan isolasi di seluruh NTB sebanyak 68, pada pertengahan April kemarin. Jumlah ini akan terus ditambah sampai mencapai 235 tempat tidur. Dan yang sedang dalam persiapan sejumlah 380 tempat tidur di RS Unram, Asrama Haji, dan di Wisma Tambora.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/lom



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami