Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
FKUB Buleleng Atur Pelaksanaan Takbiran Saat Nyepi
BERITABALI.COM, BULELENG.
Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Buleleng menyerukan pentingnya menjaga toleransi dan keharmonisan antarumat beragama menjelang Hari Raya Idul Fitri yang diperkirakan berdekatan dengan Hari Raya Nyepi.
Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Buleleng, I Gde Made Metera, pada Senin (2/3) mengatakan pihaknya mengikuti sepenuhnya seruan yang telah dikeluarkan FKUB Provinsi Bali. Langkah ini diambil untuk menjaga keseragaman aturan serta menghindari perbedaan kebijakan di tingkat daerah.
“Pertemuan sudah dilakukan dan kami sepakat mengacu pada seruan FKUB Provinsi Bali. Apa yang menjadi keputusan di provinsi, itu yang kami jalankan di Buleleng. Kami tidak memiliki kewenangan untuk mengubah atau membahas ulang,” ujarnya.
Meski demikian, FKUB Buleleng menambahkan beberapa poin khusus yang disesuaikan dengan kondisi lokal, salah satunya terkait pengamanan selama pelaksanaan ibadah.
Metera menjelaskan, pengamanan di Kabupaten Buleleng akan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pecalang, Banser Nahdlatul Ulama (NU), Kokam Muhammadiyah, hingga berkoordinasi dengan MUI Buleleng. Pengamanan juga didampingi Babinsa dan Bhabinkamtibmas.
“Ini sudah menjadi tradisi di Buleleng, di mana semua unsur ikut menjaga keamanan dan kenyamanan bersama,” tambahnya.
Terkait pelaksanaan takbiran yang berpotensi bertepatan dengan Hari Raya Nyepi, Metera menyebut hal tersebut telah diatur dalam kesepakatan di tingkat provinsi.
Baca juga:
Pemkot Denpasar dan FKUB Sepakat Pengaturan Kegiatan Keagamaan, Cegah Penyebaran Covid-19
Umat Muslim diimbau melaksanakan salat tarawih dan takbiran mulai pukul 18.00 hingga 21.00 Wita dengan berjalan kaki menuju masjid terdekat. Selain itu, tidak diperkenankan menggunakan pengeras suara, hanya menggunakan penerangan terbatas, serta tidak menimbulkan suara yang dapat mengganggu kekhusyukan umat Hindu dalam menjalankan Catur Brata Penyepian.
“Semua ini demi menjaga toleransi dan saling menghormati antarumat beragama di Bali, khususnya di Buleleng,” pungkasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5920 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4640 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2610 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2266 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan