Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 12 Agustus 2026
Gegara Ini di China, Dunia Bisa "Kiamat" Baju
BERITABALI.COM, DUNIA.
China kini tengah bergelut dengan kenaikan Covid-19. Penguncian ketat (lockdown) diyakini akan berpengaruh pada ekonomi negara itu. Namun muncul masalah baru. Hal tersebut gelombang panas disertai ancaman banjir dan longsor.
Baca juga:
Gunung Api Sakurajima di Jepang Erupsi
Ini diyakini mengancam produksi unggulan China di sana, yakni kapas. Padahal, Xinjiang menyumbang produksi sekitar 20 persen kapas dunia yang penting dalam industri pakaian global.
"Gelombang panas terbaru Xinjiang telah berlangsung lama dan meluas," kata Kepala Ahli di Observatorium Meteorologi Xinjiang, Chen Chunyan, kepada media pemerintah.
"Cuaca ekstrem di selatan dan timur wilayah itu, lebih dari dua kali ukuran Prancis, telah berlangsung selama sekitar 10 hari," tambahnya.
"Gelombang panas seperti itu juga dapat berdampak pada tanaman, terutama kapas," jelasnya.
Kapas sendiri merupakan tanaman yang membutuhkan air sangat banyak.
Menurut beberapa perkiraan, dibutuhkan 20.000 liter air untuk menghasilkan 1 kilogram kapas, cukup untuk satu T-shirt dan celana jeans.
Sementara itu, wilayah Ruoqiang di tenggara Xinjiang juga mengaktifkan peringatan merah. Ini merupakan yang tertinggi dalam sistem peringatan panas tiga tingkat di China.
Diketahui, sejak Jumat pekan lalu, suhu diperkirakan mencapai 40 derajat Celcius . Ini akan terus berlangsung beberapa hari ke depan.
"Gelombang panas yang berkelanjutan telah mempercepat pencairan gletser di daerah pegunungan, dan menyebabkan bencana alam seperti banjir bandang, tanah longsor, dan tanah longsor di banyak tempat," kata Chen lagi.
Xinjiang sebenarnya tidak menderita sendirian. Putaran suhu ekstrem lainnya diperkirakan akan mempengaruhi sekitar 20 provinsi.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4500 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2308 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1919 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1583 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1030 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun