Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 19 Mei 2026
Gempa di Karangasem, Anak 3 Tahun Tewas Tertimpa Reruntuhan
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Gempa berkekuatan 4.8 SR mengguncang wilayah Kabupaten Karangasem pada Sabtu pagi, (16/10/2021) menyebabkan ratusan bangunan mengalami kerusakan.
Dampak kerusakan terparah akibat gempa terjadi di wilayah Desa Ban, Kecamatan Kubu dan Desa Pempatan, Kecamatan Rendang, Karangasem. Di dua wilayah tersebut, ratusan bangunan pelinggih merajan hingga bangunan rumah mengalami kerusakan dengan tingkat kerusakan parah, sedang hingga ringan.
"Untuk di wilayah Desa Ban, sementara laporan masuk dari Dusun Jatituhu ada 70 rumah yang hancur, kita masih lakukan penyisiran karena banyak titik longsor menutup akses jalan," kata Perbekel Ban, I Gede Tamu Sugiantara dikonfirmasi media ini.
Selain kerusakan bangunan, juga menyebabkan korban jiwa yaitu seorang anak perempuan berusia tiga tahun asal Banjar Dinas Jatituhu, Desa Ban yang meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan bangunan rumahnya.
Sementara itu, puluhan bangunan juga mengalami kerusakan di wilayah Desa Pempatan, Rendang, Karangasem. Kerusakan didominasi oleh bangunan pelinggih merajan dan rumah warga. Namu demikian sejauh ini belum ada laporan korban jiwa yang dilaporkan akibat peristiwa tersebut.
"Di Desa Pempatan ada ratusan bangunan yang mengalami kerusakan, sejauh ini tidak ada korban jiwa," Kata Perbekel Desa Pempatan, I Nengah Suta.
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1579 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1192 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1038 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 912 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah