Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Hadiri Palebon Ida Pedanda Gede Sadhawa, Megawati Menepis Permintaan Maaf Keluarga Almarhum
beritabali/ist/Hadiri Palebon Ida Pedanda Gede Sadhawa, Megawati Menepis Permintaan Maaf Keluarga Almarhum.
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menghadiri upacara Palebon Ida Pedanda Gede Sadhawa Jelantik Putra di Griya Sedawa, Tegal Tugu, Gianyar, Kamis (28/8).
Megawati tiba sekitar pukul 11.30 WITA bersama rombongan penting, di antaranya Gubernur Bali Wayan Koster, Wakil Gubernur Bali Giri Prasta, putranya Prananda Prabowo, serta pengamat pertahanan Connie Rahakundini Bakrie. Kehadiran tokoh nasional ini menyedot perhatian warga yang telah berkumpul sejak pagi.
Ida Pedanda Gede Sadhawa Jelantik Putra, atau yang semasa hidupnya dikenal sebagai Ida Bagus Putu Wesnawa, merupakan sosok yang dihormati. Selain seorang tokoh spiritual, ia juga politisi senior yang pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Provinsi Bali selama dua periode (1999–2009).
Dengan membawa kwangen dan dupa, Megawati memanjatkan doa untuk almarhum. Usai doa bersama, adik almarhum, Ida Bagus Sadhawa, menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran Megawati yang dinilainya melampaui sekadar hubungan politik.
"Bagi kami, kehadiran Ibu Megawati adalah bentuk ikatan kekeluargaan yang luar biasa," ujarnya.
"Walaupun awalnya dipertemukan lewat partai, kebersamaan dan kehadiran beliau sangat berarti," imbuhnya.
Momen mengharukan terjadi ketika keluarga menyampaikan permintaan maaf jika almarhum semasa aktif di partai pernah berbuat salah. Namun, Megawati dengan tegas menepis hal tersebut.
"Ibu Mega mengatakan tidak ada yang salah. Justru beliau melaksanakan tugas partai dengan baik," ungkap Sadhawa.
Sikap Megawati tersebut dianggap sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi almarhum yang dikenal sebagai kader loyal, teguh pada garis perjuangan marhaenis, dan tetap berani meski menghadapi tekanan politik.
Ida Pedanda berpulang pada 31 Juli 2025 dalam usia 86 tahun. Sebelum menjadi sulinggih, ia dikenal sebagai politisi idealis yang mewarisi darah politik dari ayahnya, salah satu pendiri Partai Nasional Indonesia (PNI) di Gianyar.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6040 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4707 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2672 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2366 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2253 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan