Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Hadiri Palebon Ida Pedanda Gede Sadhawa, Megawati Menepis Permintaan Maaf Keluarga Almarhum
beritabali/ist/Hadiri Palebon Ida Pedanda Gede Sadhawa, Megawati Menepis Permintaan Maaf Keluarga Almarhum.
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menghadiri upacara Palebon Ida Pedanda Gede Sadhawa Jelantik Putra di Griya Sedawa, Tegal Tugu, Gianyar, Kamis (28/8).
Megawati tiba sekitar pukul 11.30 WITA bersama rombongan penting, di antaranya Gubernur Bali Wayan Koster, Wakil Gubernur Bali Giri Prasta, putranya Prananda Prabowo, serta pengamat pertahanan Connie Rahakundini Bakrie. Kehadiran tokoh nasional ini menyedot perhatian warga yang telah berkumpul sejak pagi.
Ida Pedanda Gede Sadhawa Jelantik Putra, atau yang semasa hidupnya dikenal sebagai Ida Bagus Putu Wesnawa, merupakan sosok yang dihormati. Selain seorang tokoh spiritual, ia juga politisi senior yang pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Provinsi Bali selama dua periode (1999–2009).
Dengan membawa kwangen dan dupa, Megawati memanjatkan doa untuk almarhum. Usai doa bersama, adik almarhum, Ida Bagus Sadhawa, menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran Megawati yang dinilainya melampaui sekadar hubungan politik.
"Bagi kami, kehadiran Ibu Megawati adalah bentuk ikatan kekeluargaan yang luar biasa," ujarnya.
"Walaupun awalnya dipertemukan lewat partai, kebersamaan dan kehadiran beliau sangat berarti," imbuhnya.
Momen mengharukan terjadi ketika keluarga menyampaikan permintaan maaf jika almarhum semasa aktif di partai pernah berbuat salah. Namun, Megawati dengan tegas menepis hal tersebut.
"Ibu Mega mengatakan tidak ada yang salah. Justru beliau melaksanakan tugas partai dengan baik," ungkap Sadhawa.
Sikap Megawati tersebut dianggap sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi almarhum yang dikenal sebagai kader loyal, teguh pada garis perjuangan marhaenis, dan tetap berani meski menghadapi tekanan politik.
Ida Pedanda berpulang pada 31 Juli 2025 dalam usia 86 tahun. Sebelum menjadi sulinggih, ia dikenal sebagai politisi idealis yang mewarisi darah politik dari ayahnya, salah satu pendiri Partai Nasional Indonesia (PNI) di Gianyar.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 486 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 381 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 375 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik