Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 3 Agustus 2026
Hamas Setuju Gencatan Senjata di Gaza, Warga Palestina Nangis Bahagia
beritabali.com/cnnindonesia.com/Hamas Setuju Gencatan Senjata di Gaza, Warga Palestina Nangis Bahagia
BERITABALI.COM, DUNIA.
Kelompok militan Hamas menyetujui gencatan senjata di Gaza usai peperangan yang berlangsung selama tujuh bulan.
Pemimpin Biro Politik Hamas Ismail Haniyeh menyampaikan hal tersebut kepada negara mediator Qatar dan Mesir.
"Ismail Haniyeh menelepon Perdana Menteri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, dan dengan Menteri Intelijen Mesir, Abbas Kamel. Untuk memberi tahu mereka tentang persetujuan Hamas terhadap proposal kesepakatan gencatan senjata," kata Hamas dalam pernyataan resminya dikutip dari AFP, Selasa (7/5).
Seorang pejabat senior Hamas mengatakan Israel harus segera memutuskan apakah menerima atau menolak gencatan senjata di Gaza.
"Setelah Hamas setuju dengan proposal mediator untuk gencatan senjata, sekarang giliran Israel, apakah akan setuju dengan perjanjian gencatan senjata atau menghalanginya," kata pejabat yang tidak disebutkan namanya.
Kabar Hamas menyetujui gencatan senjata di Gaza disambut riuh warga Palestina. Kerumunan warga Palestina bersorak dan menembakkan kembang api ke udara di jalanan Kota Rafah.
"Orang-orang menangis bahagia, melantunkan Allahu Akbar dan menembak kembang api ke udara untuk merayakan kabar tersebut," kata koresponden AFP.
Sebelumnya kesepakatan gencatan senjata di Gaza selalu mandek.
Seorang pejabat Hamas mengatakan Israel tak bisa hanya menginginkan kesepakatan pembebasan sandera, tanpa mengakhiri agresinya di Gaza.
"Hamas tidak akan setuju dalam keadaan apa pun untuk kesepakatan yang tidak secara eksplisit mencakup penghentian perang di Gaza," kata pejabat itu, dikutip New Arab.
"Tidak akan ada kesepakatan tanpa penghentian total perang dan penarikan pendudukan [Israel] dari seluruh Jalur Gaza," ungkap pejabat itu secara anonim.
Sementara pihak Israel mengklaim kegagalan Hamas untuk "merelakan" tuntutannya demi mengakhiri perang, telah menggagalkan kemungkinan untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 344 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 291 Kali
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 222 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun