Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
Harga Sembako Masih Stabil
Beritabali.com, Negara
BERITABALI.COM, BULELENG.
Meskipun menjelang hari raya Lebaran, harga-harga sejumlah bahan pokok di Pasar Umum Negara relatif stabil. Tidak terdapat kenaikan harga yang signifikan, terutama sembako.
Dari pantauan di Pasar Umum Negara, Rabu (16/9) harga barang dan makanan pada pasar terbesar di Jembrana relatif stabil alias tidak terjadi lonjakan harga yang berarti.
Kenaikan harga hanya terjadi pada bumbu dapur khususnya lombok besar. Menurut pedagang bumbu, sebelumnya harga lombok besar per kilonya Rp.11 ribu sekarang naik menjadi Rp.12 ribu.
“Sedangkan jenis bumbu yang lain rata-rata masih stabil,†terangnya. Kendati menjelang hari raya, daging, baik sapi maupun ayam tidak mengalami lonjakan harga. Harga daging sapi perkilonya tetap dipatok sekitar Rp. 50 ribu.
Bupati Jembrana, I Gede Winasa saat ditemui, Rabu (16/9) mengaku bahagia dengan stabilnya harga-harga barang kebutuhan pokok tersebut lantaran terjadi di saat sejumlah daerah lainnya mengalami lonjakan harga.
“Saya berharap stabilnya harga barang ini dapat dipertahankan hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri sehingga masyarakat tetap memiliki daya beli yang kuat untuk memperoleh barang yang dibutuhkannya,†harapnya. (dey)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 842 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 770 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 733 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 391 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 369 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun