Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 8 Mei 2026
Hari Air Sedunia, Wabup Alit Sucipta Larang Sampah Organik ke TPA Suwung Mulai 1 April
bbn/dok Humas Pemkab Badung/Hari Air Sedunia, Wabup Alit Sucipta Larang Sampah Organik ke TPA Suwung Mulai 1 April.
BERITABALI.COM, BADUNG.
Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta, didampingi Nyonya Yunita Alit Sucipta, memimpin apel Peringatan Hari Air Sedunia (World Water Day) Tahun 2026 di Pantai Kelan, Kuta, Badung, Jumat (27/3).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Badung Gusti Anom Gumanti, jajaran Forkopimda Badung, serta sejumlah pejabat daerah dan elemen masyarakat.
Apel Hari Air Sedunia kali ini mengusung tema “Water and Gender” atau “Air dan Kesetaraan Gender” yang dirangkaikan dengan aksi kebersihan (korve) di kawasan Pantai Kelan.
Tema tersebut menjadi pengingat bahwa kelestarian air merupakan tanggung jawab bersama, baik laki-laki maupun perempuan, termasuk dalam menjaga ekosistem pesisir dan laut.
Dalam kesempatan itu, Wabup juga menyerahkan bantuan 30 unit tong komposter kepada para lurah se-Kecamatan Kuta. Bantuan ini berasal dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) RS Kasih Ibu untuk mendorong pengelolaan sampah organik dari sumber.
Dalam sambutannya, Wabup Bagus Alit Sucipta mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam aksi kebersihan di pesisir pantai Badung.
“Persoalan sampah tidak akan pernah selesai jika kita hanya berfokus pada pembersihan di hilir. Oleh karena itu, mulai 1 April 2026, tidak boleh lagi ada sampah organik yang dibawa ke TPA Suwung. Sampah organik wajib diselesaikan dari sumbernya,” tegasnya.
Ia juga menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah daerah, mulai dari camat, perbekel atau lurah hingga bendesa adat untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah berbasis sumber.
Baca juga:
Bupati Adi Arnawa dan Wabup Alit Sucipta Hadiri Pelebon Ida Pedanda Gede Sadhawa Jelantik Putra
Selain itu, Wabup mengapresiasi sinergi antara pemerintah dan dunia usaha, khususnya kontribusi RS Kasih Ibu dalam mendukung perubahan perilaku masyarakat melalui bantuan komposter.
Menurutnya, kebersihan dan kelestarian lingkungan menjadi fondasi utama sektor pariwisata di Kabupaten Badung yang harus terus dijaga.
“Aksi hari ini diharapkan menjadi budaya dan gaya hidup masyarakat, dengan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat sebagai kunci mewujudkan Badung yang bersih, indah, dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Badung
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 738 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 672 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 491 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 472 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik