Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 30 Oktober 2026
Hari Air Sedunia, Wabup Alit Sucipta Larang Sampah Organik ke TPA Suwung Mulai 1 April
bbn/dok Humas Pemkab Badung/Hari Air Sedunia, Wabup Alit Sucipta Larang Sampah Organik ke TPA Suwung Mulai 1 April.
BERITABALI.COM, BADUNG.
Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta, didampingi Nyonya Yunita Alit Sucipta, memimpin apel Peringatan Hari Air Sedunia (World Water Day) Tahun 2026 di Pantai Kelan, Kuta, Badung, Jumat (27/3).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Badung Gusti Anom Gumanti, jajaran Forkopimda Badung, serta sejumlah pejabat daerah dan elemen masyarakat.
Apel Hari Air Sedunia kali ini mengusung tema “Water and Gender” atau “Air dan Kesetaraan Gender” yang dirangkaikan dengan aksi kebersihan (korve) di kawasan Pantai Kelan.
Tema tersebut menjadi pengingat bahwa kelestarian air merupakan tanggung jawab bersama, baik laki-laki maupun perempuan, termasuk dalam menjaga ekosistem pesisir dan laut.
Dalam kesempatan itu, Wabup juga menyerahkan bantuan 30 unit tong komposter kepada para lurah se-Kecamatan Kuta. Bantuan ini berasal dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) RS Kasih Ibu untuk mendorong pengelolaan sampah organik dari sumber.
Dalam sambutannya, Wabup Bagus Alit Sucipta mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam aksi kebersihan di pesisir pantai Badung.
“Persoalan sampah tidak akan pernah selesai jika kita hanya berfokus pada pembersihan di hilir. Oleh karena itu, mulai 1 April 2026, tidak boleh lagi ada sampah organik yang dibawa ke TPA Suwung. Sampah organik wajib diselesaikan dari sumbernya,” tegasnya.
Ia juga menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah daerah, mulai dari camat, perbekel atau lurah hingga bendesa adat untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah berbasis sumber.
Baca juga:
Bupati Adi Arnawa dan Wabup Alit Sucipta Hadiri Pelebon Ida Pedanda Gede Sadhawa Jelantik Putra
Selain itu, Wabup mengapresiasi sinergi antara pemerintah dan dunia usaha, khususnya kontribusi RS Kasih Ibu dalam mendukung perubahan perilaku masyarakat melalui bantuan komposter.
Menurutnya, kebersihan dan kelestarian lingkungan menjadi fondasi utama sektor pariwisata di Kabupaten Badung yang harus terus dijaga.
“Aksi hari ini diharapkan menjadi budaya dan gaya hidup masyarakat, dengan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat sebagai kunci mewujudkan Badung yang bersih, indah, dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Badung
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5989 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4674 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2652 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2312 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2233 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan