Beritabali.com, Tabanan. Ada yang menarik dan berkesan saat perayaan Hari Ibu di
Tabanan. Seorang nenek berusia 77 tahun bernama Ni Nyoman Repig, seorang mantan tukang suun yang kini berprofesi sebagai dagang Boreh di Pasar
Tabanan datang memberikan sekuntum bunga mawar kepada Bupati
Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti.
Tidak hanya itu, puluhan tukang suun juga ikut menari seraya mengucapkan Selamat Hari Ibu dan Hari Ulang Tahun kepada Eka Wiryastuti. Kejadian mengesankan tersebut terjadi saat acara perayaan Hari Ibu di mana Bupati Eka memberikan asuransi secara simbolis kepada tukung suwun
Tabanan, Kamis (22/12) di Taman Kota
Tabanan.
BACA JUGA:
Penyerahan asuransi tersebut juga dirangkaian dengan pemberian sembako, pengobatan sekala niskala, serta donor darah. Turut hadir Kepala Perguruan Siwa Murti Dr. Jero Mangku Made Subagia, serta seluruh SKPD Kabupaten
Tabanan.
Bupati
Tabanan dalam sambutannya mengatakan acara ini memang dibuat sederhana namun bermakna.
“Dalam rangka menyambut Hari Ibu, kita membuat sebuah perayaan kecil untuk kaum ibu di
Tabanan, kaum yang saya banggakan. Kebetulan di hari ini pula kita mendapatkan rejeki dan berkah dari Beliau, dimana kita memiliki juga asuransi kecelakaan dan kematian. Saya berpikir siapa yang harus saya berikan, jadi momen ini sangat pas, di Hari ibu ini saya ingin membagi kasih apa yang saya miliki kepada kaum Ibu yang selama ini sudah membantu kita semua. Jangan lupa, jika tidak ada buruh pasar, tukang suun, siapa yang gendong belanjaan ibu-ibu di Pasar? Ucapkanlah terima kasih kepada tukang suun kita di
Tabanan," ujarnya.
Dirinya mengatakan agar bantuan yang diberikan ini dapat dimanfaatkan dengan baik dan dapat diberikan kepada orang yang tepat.
“Sistem sudah kita buat, nanti ada tim verifikasi sesuai dengan database yang ada, karena jangan sampe asuransi yang kita berikan salah orang. Ada tim verifikasi yang akan melihat data itu apakah sudah benar apa tidak. Sehingga bantuan ini dapat diberikan kepada orang yang tepat,” jelasnya.
BACA JUGA:
Eka Wiryastuti menjelaskan bahwa kaum ibu memiliki peranan yang sangat penting.
“Tanpa ibu alam tidak akan ada, tanpa Ibu kedamaian tidak akan tercipta, keseimbangan alam tidak akan pernah terwujud, tanpa Ibu kedamaian tidak akan pernah lahir, oleh karena itu kita harus eling kepada sosok ibu. Ibu bisa dimana saja, Ibu di rumah, istri di rumah, dan kaum Ibu di
Tabanan,” ujarnya. [
rls/wrt]