Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
HUT RI ke-75: Ratusan Merpati Dilepas, Pemilik Ikhlas Jika Tak Kembali
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Sejumlah penghobi burung merpati yang berada di wilayah Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem melakukan pelepasan ratusan burung merparti memeriahkan peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-75 tahun.
[pilihan-redaksi]
Pelepasan sendiri dilakukan pagi ini Senin (17/08/2020) secara serentak yang berlangsung diareal lapangan Umum Kecamatan Selat. Menurut Kadek Arik salah seorang penghobi asal Dusun Bangbang Biaung, Desa Duda, Selat, Karangasem yang ikut dalam pelepasan tersebut mengatakan, setidaknya ada 300 ekor burung merpati yang dilepaskan.
"Kita bersama teman - teman sehobi berinisiatif untuk melakukan pelepasan ini pada saat hari kemerdekaan," ujarnya.
Untuk merpati yang dilepaskan, sebagian ada yang berhasil pulang ke rumah pemiliknya masing - masing, namun ada juga yang nyasar dan tidak kembali. Meski demikian, para penghobi mengaku ikhlas kendati harus kehilangan burungnya.
Sementara itu, para peserta dalam kegiatan pelepasan burung tersebut juga masing - masing menggunakan masker untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona.
"Kami berharap, pandemi corona ini segera berakhir, agar kita bisa berkativitas seperti dulu lagi," harap Kadek Arik.
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3287 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1304 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 914 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 834 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 671 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun