Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
Ibu dan Anak Asal Lombok Tewas Terlindas Truk di Jalur Padangbai
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Seorang ibu dan anak berusia 3 tahun asal Lombok Timur tewas dengan kondisi mengenaskan di jalur Padangbai, setelah sepeda motor yang dikendarainya bersama suami terjatuh saat hendak mendahului truk pada Minggu (26/07/2020) sore.
[pilihan-redaksi]
Informasi yang diperoleh, korban inisial ZYT berusia 28 tahun bersama putranya MTP berusia 3 tahun dibonceng oleh suaminya PSL 27 tahun menggunakan sepeda motor jenis Honda Scoopy warna hitam DK 4512 EZ dari kawasan Dermaga Padangbai menuju arah Denpasar.
Namun saat hendak mendahului truk di jalur wilayah Banjar Dinas Tengading, Desa Antiga, Kecamatan Manggis, Karangasem, sepeda motor yang dikendarainya terjatuh.
Naasnya, anak dan istri yang dibonceng terpental dan masuk ke dalam kolong truk nopol DR 8124 AN yang dikemudikan oleh Ruslan (49) asal Lombok Barat.
Keduanya meninggal dunia di lokasi kejadian dengan luka berat pada bagian kepalanya akibat terlindas ban belakang sebelah kanan truk, sementara suaminya selamat hanya mengalami luka lecet.
"Ya benar, dua korban meninggal dunia di TKP, saat ini masih dalam penyidikan lebih lanjut," jelas Unit Laka Satlantas Polres Karangasem," IPDA I Nyoman Sucipta saat dikonfirmasi.
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3287 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1304 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 914 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 834 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 671 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun