Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 9 Agustus 2026
Ilmuwan Peringatkan Penduduk Bumi Harus Siap Diserang Alien
BERITABALI.COM, DUNIA.
Seorang ilmuwan memperingatkan NASA yang telah menyiarkan lokasi Bumi untuk mencari kehidupan lain di tata surya dinilai terlalu berisiko. Apa yang dilakukan NASA ini dianggap berbahaya dan bisa membuat alien melakukan invasi ke bumi.
Dilansir Express, Senin (18/4/2022), para ilmuwan NASA berencana untuk menyiarkan lokasi Bumi di luar angkasa. Beacon in the Galaxy Project (BITG) akan mengirimkan siaran yang mengungkapkan informasi tentang tata surya kita, DNA manusia, dan Teleskop Radio Arecibo.
Seorang Ilmuwan Oxford, Anders Sandberg memperingatkan, para peneliti NASA yang terlibat dalam proyek ini mungkin mengabaikan risiko yang berpotensi menghancurkan bumi.
Peneliti senior di Oxford's Future of Humanity Institute (FHI) ini memperingatkan bahwa meskipun kemungkinan pesan seperti itu mencapai peradaban luar angkasa rendah, namun itu memiliki risiko yang sangat tinggi bagi peradaban manusia.
Dr Sandberg menambahkan bahwa karena kerumitan perjalanan antarbintang, mungkin saja menyiarkan sinyal ini merupakan ide yang buruk. Kekhawatiran juga diungkapkan Toby Ord, rekan Dr Sandberg di FHI.
Dia mempertanyakan "rasio peradaban yang damai dengan yang bermusuhan", dalam bukunya The Precipice. “Kami memiliki sedikit bukti tentang apakah ini penting atau tidak karena tidak ada konsensus ilmiah," katanya.
“Mengingat sisi negatifnya bisa jauh lebih besar daripada sisi positifnya, bagi saya ini tidak terdengar seperti situasi yang baik untuk mengambil langkah aktif menuju kontak,” tambahnya.
Kedua peneliti Oxford ini kembali menggemakan peringatan yang dikeluarkan oleh fisikawan teoretis terkenal, Stephen Hawking. Hawking mengatakan, jika melihat sejarah kontak antara manusia dan organisme kurang cerdas sering bencana dari sudut pandang mereka.
"Pertemuan antara peradaban maju versus primitif sangat buruk bagi yang kurang maju," ujarnya. Dia juga memperingatkan bahwa alien yang menemukan sinyal mungkin melihat manusia lebih buruk dari melihat bakteri.
Namun, Jamilah Hah, seorang peneliti yang terlibat dalam proyek BITG, tidak setuju dengan Hawking, mencatat bahwa manfaatnya bisa lebih besar daripada potensi risikonya. (Sumber: SINDOnews.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4433 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2057 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1545 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1001 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 937 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun