Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 24 Mei 2026
Inggris Geger, Polisi London Akui 24 Kali Pemerkosaan Dalam 17 Tahun
beritabali.com/cnnindonesia.com/Inggris Geger, Polisi London Akui 24 Kali Pemerkosaan Dalam 17 Tahun
BERITABALI.COM, DUNIA.
Inggris geger usai seorang petugas kepolisian di London mengakui melakukan 24 kali pemerkosaan dan kekerasan seksual dalam periode 17 tahun. Polisi bernama David Carrick itu mengungkap perbuatan tersebut saat mengaku bersalah dalam persidangan pada Senin (16/1) lalu.
Baca juga:
Ini Biang Kerok 'Kiamat' Pekerja di Inggris
Carrick mengaku bersalah atas 49 tuduhan, termasuk 24 gugatan terkait pemerkosaan yang mencakup pelecehan, percobaan pemerkosaan, dan penyekapan. Komisioner Asisten Kepolisian, Barbara Gray, mengungkap bahwa Carrick biasanya bertemu para korbannya melalui situs-situs kencan daring atau acara sosial lainnya.
Ia kerap memanfaatkan profesinya sebagai polisi untuk meyakinkan para korban. Setelah pelecehan terjadi, Carrick kerap mengancam para korbannya.
Carrick memperingatkan bahwa kepolisian tidak akan percaya jika para korban mengadu. Akibatnya, korban-korban tak langsung melapor setelah kejadian.
Pihak kepolisian sendiri merasa bersalah karena tak dapat mendeteksi pola perilaku Carrick sehingga mereka tak memecat anggota tersebut.
"Ia memanfaatkan fakta bahwa ia merupakan seorang petugas kepolisian untuk mengendalikan dan memaksa korban-korbannya," ucap Gray, seperti dikutip Associated Press.
Ia kemudian berkata, "Kami seharusnya bisa melihat pola sikap menyimpang ini dan karena kami tak bisa [mendeteksi pola itu], kami kehilangan kesempatan untuk mendepaknya dari organisasi."
Wali Kota London, Sadiq Khan, mengaku "sangat muak dan terkejut" mendengar kabar ini.
"Warga London juga pasti sangat terkejut pria ini bisa bekerja untuk kepolisian sangat lama," ucap Khan.
"Pertanyaan serius harus dijawab tentang bagaimana dia bisa menyalahgunakan posisinya sebagai polisi dengan cara sangat buruk."
Selama ini, Khan memang terus menyerukan reformasi kepolisian London, terutama setelah serangkaian kontroversi dan tudingan misogini hingga rasisme menggerayangi institusi itu. Serangkaian kontroversi ini membuat kepercayaan publik terhadap kepolisian merosot tajam.
Kepercayaan publik mulai turun sejak seorang polisi, Wayne Couzens, diadili atas kasus penculikan, pemerkosaan, dan pembunuhan. Korban Couzens, Sarah Everard, diserang ketika ia sedang pulang berjalan kaki di malam hari di London pada 2021 lalu.
Seorang anggota parlemen Inggris, Yvette Cooper, mengatakan kasus Carrick ini "bukti lebih jauh atas kegagalan parah kepolisian dalam proses pemeriksaan pelanggaran anggota, belum diselesaikan pemerintah."(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 2037 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1875 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1389 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1268 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah