Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
Ini Gejala Corona Varian Delta Plus, Mutasi dari Varian Delta
BERITABALI.COM, DUNIA.
Varian Delta menjadi penyebab tsunami kasus corona di India dan Afrika Selatan beberapa waktu lalu. Terbaru muncul corona varian delta plus, Indonesia pun patut waspada.
Untuk itu, gejala gejala corona varian delta plus tersebut perlu diketahui masyarakat. Bahkan, organisasi kesehatan dunia WHO juga menetapkan status waspada terhadap corona varian Delta Plus, mutasi dari Delta. Berikut gejala corona varian delta plus, mutasi varian delta.
Gejala Corona Varian Delta Plus
Sejumlah ahli virologi di India seperti dikutip dari Hindustan Times mengatakan bahwa varian Delta Plus membawa gejala Delta serta varian Beta. Beberapa gejala tersebut antara lain:
- batuk
- diare
- demam
- sakit kepala
- ruam kulit
- perubahan warna jari tangan dan kaki
- nyeri dada
- sesak napas
Selain di atas, gejala varian Delta Plus yang juga dialami para penderitanya adalah:
- sakit perut
- mual
- kehilangan nafsu makan
Bahaya Corona Varian Delta Plus
Hindustan Times juga memberitakan virus corona varian Delta Plus telah menjadi musuh baru setelah terbukti dapat meningkatkan penularan. Varian ini juga lebih resisten terhadap beberapa obat dan terapi.
Negara bagian Maharashtra termasuk Kota Mumbai melaporkan jumlah kasus tertinggi dari varian Delta Plus. India menaruh perhatian khusus terhadap varian ini. Pasalnya strain dari Delta Plus sudah ditemukan di 49 sampel di 12 negara bagian di India.
Perwakilan WHO untuk Rusia, Melita Vujnovic, menyebutkan vaksinasi dan langkah-langkah keamanan seperti menggunakan masker wajah sangat penting dalam memerangi varian virus corona Delta Plus.
“Kami perlu melakukan upaya dalam waktu singkat, jika tidak, akan ada penguncian," kata Vujnovic. Sejauh ini para ilmuwan masih melakukan penelitian terhadap mutasi baru dari varian Delta.
Padahal sebelumnya varian Delta sejauh ini telah ditemukan di 85 negara, menurut para ahli kesehatan, dan telah menjadi kekuatan pendorong di balik lonjakan infeksi di Afrika Selatan. Bahkan, para ahli penyakit menular di Afrika Selatan percaya bahwa negara itu sudah mengalami gelombang ketiga infeksi karena varian Delta.
Sejauh ini diketahui ada dua mutasi bertingkat yakni L452R dan P871R yang terjadi pada varian delta, yang merupakan strain dominan virus corona di India dan Afrika Selatan.
Mutasi khusus ini menambah efisiensi transmisi yang lebih tinggi. Sehingga varian delta dapat menyebar dengan cepat dari satu orang ke orang lain atau dapat masuk ke dalam sel jauh lebih efisien dibandingkan dengan strain lain yang ada.
Itulah penjelasan gejala corona varian delta plus, mutasi dari varian delta yang menyebabkan ledakan kasus Covid-19 di beberapa negara.
Sumber: suara.com
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 861 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 818 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 790 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 419 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 399 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun