Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 14 Agustus 2026
Insinerator Rp4 Miliar Berhenti Beroperasi, Karangasem Terancam Krisis Sampah
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Baru setahun beroperasi, mesin insinerator yang digadang-gadang menjadi solusi penanganan sampah residu di TPA Linggasana, Kabupaten Karangasem, justru berhenti beroperasi. Padahal, pengadaan alat pembakar sampah bersuhu tinggi tersebut menelan anggaran hingga Rp4 miliar.
Pengoperasian insinerator resmi dihentikan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karangasem sejak sepekan terakhir. Penghentian dilakukan menyusul adanya penyegelan alat serupa di Kabupaten Badung.
“Kami menghentikan sendiri operasional alat tersebut sebelum disegel, karena di Badung sudah disegel. Alatnya sama, dan menurut informasi disegel karena tidak lulus uji emisi,” ujar Kepala DLH Karangasem, Drs. I Nyoman Tari, saat ditemui Jumat (6/2/2026).
Dengan tidak beroperasinya incinerator, persoalan sampah di Karangasem kembali menemui jalan buntu. Situasi ini semakin kompleks mengingat rencana pembangunan TPA baru di Desa Datah, Kecamatan Abang, mendapat penolakan dari warga setempat. Kondisi tersebut membuat DLH Karangasem harus mencari solusi alternatif dalam jangka pendek.
Sebagai langkah sementara, DLH Karangasem merencanakan rehabilitasi TPA Linggasana dengan luasan sekitar 2,5 hektare. Rehabilitasi dilakukan melalui pengerukan dan pengayakan material sampah yang telah ditimbun selama kurang lebih 10 tahun terakhir.
“Material hasil ayakan rencananya akan kami berikan kepada masyarakat yang membutuhkan, misalnya untuk mengurug lahan bekas galian C,” jelas Tari.
Ia menambahkan, jika rehabilitasi TPA Linggasana berjalan sesuai rencana, daya tampung TPA tersebut diperkirakan masih mampu menampung sampah residu hingga lima tahun ke depan.
“Untuk sementara, sampah yang masuk akan dipilah. Sampah organik dicacah, plastik diupayakan dipilah oleh pemulung agar yang masih bernilai bisa dimanfaatkan. Sedangkan untuk residu, saat ini memang belum ada solusi pasti mau diapakan,” tandasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4512 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2328 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1973 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1597 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1041 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun