Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 2 November 2026
Jaje Bantal, Ciri Khas Perayaan Cap Gomeh di Jembrana
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Tokoh tua di keluarga tionghoa di Kabupaten Jembrana Po Lian Ing (75) yang tinggal di lingkungan Dauhwaru, kelurahan Dauhwaru, Kecamatan Jembrana tetap melestarikan tradisi setelah hari raya Imlek.
Dimana setelah 15 hari perayaan Imlek diselenggarakan Hari Raya Cap Gomeh yang serupa umat Hindu merayakan Kuningan. Saat itu, ciri khasnya adalah dengan membuat jaje bantal dan juga identik dengan lontong Cap Gomeh. Tradisi ini sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan umat Tionghoa terutama di Kabupaten Jembrana.
Po Lian Ing menjelaskan, olahan bahan dasar jaje bantal adalah ketan, kacang merah, dan dibalut dengan daun janur pohon kelapa. Kemudian dikukus atau bisa juga direbus, sampai kurang lebih 1 setengah jam.
"Dalam perayaan ini dilaksanakan pada tanggal 15 di bulan Februari, selain itu ada juga ketupat disajikan dengan masakan kare ayam, dan ada juga ayam bumbu rujak. Tak lupa sayur lodeh, kacang kapri, dan serundeng. Jajanan dan panganan ini disajikan buat keluarga, kerabat, dan para tamu yang datang ke rumah," tuturnya.
Selain Jaje bantal dan makanan lontong kare atau ketupat juga ditaruh di tempat leluhur yang ada di rumah, sebagai bukti persembahan kepada para leluhur. Dan hal ini dilakukan bertepatan pas bulan purnama.
"Upacara Cap Gomeh tetap harus dilestarikan jangan sampai punah apalagi masa Covid-19 ini belum berakhir, kita berharap semoga Laumu atau Tuhan Yang Maha Esa (Adi Buddha) badai Pandemi segera berakhir. Dan usaha, pekerjaan, dan juga sekolah bisa kembali normal kembali," pungkasnya.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 480 Kali
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 391 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 324 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan