Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
Jaje Bantal, Ciri Khas Perayaan Cap Gomeh di Jembrana
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Tokoh tua di keluarga tionghoa di Kabupaten Jembrana Po Lian Ing (75) yang tinggal di lingkungan Dauhwaru, kelurahan Dauhwaru, Kecamatan Jembrana tetap melestarikan tradisi setelah hari raya Imlek.
Dimana setelah 15 hari perayaan Imlek diselenggarakan Hari Raya Cap Gomeh yang serupa umat Hindu merayakan Kuningan. Saat itu, ciri khasnya adalah dengan membuat jaje bantal dan juga identik dengan lontong Cap Gomeh. Tradisi ini sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan umat Tionghoa terutama di Kabupaten Jembrana.
Po Lian Ing menjelaskan, olahan bahan dasar jaje bantal adalah ketan, kacang merah, dan dibalut dengan daun janur pohon kelapa. Kemudian dikukus atau bisa juga direbus, sampai kurang lebih 1 setengah jam.
"Dalam perayaan ini dilaksanakan pada tanggal 15 di bulan Februari, selain itu ada juga ketupat disajikan dengan masakan kare ayam, dan ada juga ayam bumbu rujak. Tak lupa sayur lodeh, kacang kapri, dan serundeng. Jajanan dan panganan ini disajikan buat keluarga, kerabat, dan para tamu yang datang ke rumah," tuturnya.
Selain Jaje bantal dan makanan lontong kare atau ketupat juga ditaruh di tempat leluhur yang ada di rumah, sebagai bukti persembahan kepada para leluhur. Dan hal ini dilakukan bertepatan pas bulan purnama.
"Upacara Cap Gomeh tetap harus dilestarikan jangan sampai punah apalagi masa Covid-19 ini belum berakhir, kita berharap semoga Laumu atau Tuhan Yang Maha Esa (Adi Buddha) badai Pandemi segera berakhir. Dan usaha, pekerjaan, dan juga sekolah bisa kembali normal kembali," pungkasnya.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3220 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1298 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 914 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 831 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 668 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun