Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 10 Juni 2026
Jalan Nasional Compang Camping
Beritabali.com, Negara
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Jalan nasional jurusan Denpasar – Gilimanuk yang masuk di wilayah Kabupaten Jembrana kondisinya sungguh sangat mengkhawatirkan pengguna jalan. Betapa tidak, kwalitas jalan utama yang dipadati kendaraan angkutan berat itu, kini kondisinya telah compang-camping, padahal baru sekitar tiga bulan diperbaiki alias hanya tambal sulam.
Pantauan Beritabali.com, Sabtu (15/5) ruas jalan yang masuk wilayah Desa Banyubiru-Negara hingga Kelurahan Gilimanuk-Melaya, banyak yang retak-retak dan berlubang. Lubang-lubang di tengah jalan tersebut sebelumnya sempat ditambal sulam, namun hasil tambalannya tidak bertahan lama. Hanya dalam waktu seumur jagung (tiga bulan), tambalan tersebut kembali menganga.
Kondisi jalan seperti ini, jelas sangat mengganggu kenyamanan pengguna jalan. Bahkan beberapa waktu lalu di ruas jalan GOR Melaya menuju Kantor Camat Melaya, sempat memakan korban hingga tewas.
Compang campingnya jalan raya tersebut tidak hanya mengkhawatirkan pengguna jalan, warga yang tinggal di pinggir jalan pun merasa terganggu.
Suardana, salah seorang warga yang tinggal di Gilimanuk mengatakan, kalau ada truk lewat suaranya seperti menjatuhkan barang dan itu sangat mengganggu istirahatnya, terlebih truk-truk tersebut banyak yang lewat pada malam hari.
Gede warga lainnya menyebutkan, pihaknya sudah menduga kalau tambalannya, tidak akan bertahan lama dan itu terbukti dengan kondisi jalan yang ada di depan rumahnya. Terlebih pada musim hujan jalan berlubang semakin tidak kelihatan, kalau tidak hati-hati bisa nyemplung.
“ Saya heran kenapa baru ditambal sudah hancur, bisa jadi aspalnya asal-asalan “ ujar Gede. Ia menduga proyek tambal sulam tersebut tidak mendapat pengawasan ketat, sehingga pemborong hanya cari untung saja.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli