Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 4 Agustus 2026
Jam Pasar Tradisional di Gianyar Dibatasi, Terjadi Penumpukan Pembeli
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Bupati Gianyar Made Mahayastra melakukan video conference dengan kepala desa seluruh Gianyar terkait penanggulangan Covid-19. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Mahayastra juga melaunching Command Center, Rabu (22/4). Command Center Kabupaten Gianyar merupakan pusat kendali berbasis teknologi informasi dimana segala aktivitas pelayanan publik bisa terpantau dari ruangan ini.
[pilihan-redaksi]
Mahayastra yang didampingi beberapa Kepala OPD juga mengucapkan terima kasih atas kinerja satgas penanggulangan covid19 di desa, baik yang mandiri maupun kolaborasi dengan adat karena telah melakukan pekerjaan yang mulia. Sampai saat ini, Gianyar sangat massif dalam memerangi covid-19.
Ucapan terima kasih secara khusus juga diucapkan kepada Kades yang di daerahnya dipakai untuk karantina Pekerja Migran Indonesia (PMI). Ditambahkannya, pihaknya masih memiliki kurang lebih 100 kamar untuk karantina PMI maupun ABK.
Bupati Mahayastra juga menyoroti jam buka tutup pasar yang sempat dikeluhkan masyarakat. Dimana Mahayastra sendiri membuat suatu kebijakan bahwa pasar tradisional diperbolehkan buka jam 07.00 pagi hingga 14.00 siang.
Seiring dikeluarkannya surat edaran tersebut, memang di awal pemberlakuan terjadi penumpukan pembeli. Namun Mahayastra mengakui seiring waktu, pedagang di pasar mulai sadar akan kesehatan dan kondisi pasar mulai kondusif.
Di samping mengatur jam buka pasar tradisional, Bupati Mahayastra juga memberi ruang kepada pengurus desa untuk mengatur pedagang di desanya dengan tetap mengedepankan arahan protokol penanggulangan Covid-19.
Demi membantu masyarakat di tengah pandemik ini, berbagai bantuan pun akan segera diturunkan ke masyarakat, mulai bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) yang diterima setiap bulan selama 3 bulan. Dimana jumlah penerimanya meningkat dari 19.000 penerima PKH menjadi 22.000. Jadi ada penambahan 3.000 kepala keluarga penerima PKH.
Disamping itu Bupati Gianyar juga telah melakukan pergeseran anggaran sehingga Gianyar siap untuk memberi bantuan kepada masyarakat. Begitu pula dengan program sembako akan diberikan setidaknya kepada 18.000 kepala keluarga setiap bulannya selama 3 bulan. Ada pula program bantuan untuk Kelompok Usaha Bersama.
Untuk ketepatan penerima bantuan, Bupati Mahayastra menyerahkan kepada kepala dusun dan kepala desa untuk mendata. Bupati Mahayastra menegaskan agar bantuan yang akan dikucurkan memang benar-benar menyasar orang yang membutuhkan sehingga tidak ada kecemburuan sosial di masyarakat terlebih lagi agar tidak ada yang mendapat bantuan dobel.
Reporter: Humas Gianyar
Berita Terpopuler
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 829 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 752 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 631 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 389 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 340 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun