Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 14 September 2026
Jasad Bayi Mengapung di Sungai Pemelisan, Diduga Korban Pembunuhan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Warga dikagetkan dengan penemuan jasad bayi laki-laki yang mengapung di Sungai Pemelisan, Sesetan, Denpasar Selatan, Minggu (5/1/2025) sekitar pukul 17.00 WITA. Bayi tersebut ditemukan tersangkut di antara tumpukan sampah dekat perahu.
Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi mengjelaskan kronologi kejadian, di mana menurut saksi, I Ketut Darma Yoga, jenazah bayi pertama kali dilaporkan oleh seorang nelayan. Ia mengecek ke lokasi dan menemukan bayi tersebut dalam kondisi tak bernyawa.
"Saya angkat jenazah bayi itu ke darat dan langsung lapor ke polisi," ujarnya.
Selanjutnya, Saksi lainnya, Gusti Rahmat Wijaya, yang baru pulang memancing, mengaku melihat sosok bayi mengambang di dekat dermaga.
"Bersama warga, ia membantu proses evakuasi jenazah ke darat," cetusnya.
Ia menyebut bayi tersebut mengenakan baju bayi dan popok berwarna putih.
"Beberapa bagian tubuhnya, seperti hidung dan mata kiri, tampak bengkak. Jenazah belum menunjukkan tanda-tanda pembusukan, sehingga diduga bayi baru dibuang kurang dari 24 jam sebelum ditemukan," paparnya.
Jenazah bayi kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bali Mandara oleh tim BPBD Kota Denpasar untuk proses lebih lanjut.
"Diduga bayi tersebut sengaja dibunuh sebelum dibuang ke sungai. Polisi kini tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku di balik kejadian ini," pungkas Sukadi.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3386 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 1745 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 804 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan