Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 4 Agustus 2026
Jelang Galungan, Pedagang di Gianyar Diminta Waspada Uang Palsu Saat Transaksi
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Menjelang hari raya Galungan, aktivitas perekonomian masyarakat menggeliat. Terutama untuk kebutuhan persiapan sarana upacara. Untuk itu, pedagang pun diminta tetap waspada dan jangan terlena banyak pembeli.
Mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, Polres Gianyar dipimpin KBO Binmas Polres Gianyar, IPTU Putu Pasek Purnayasa berkeliling mendatangi sejumlah pasar di Kabupaten Gianyar.
"Kami mengimbau pedagang terkait waspada uang palsu. Tujuannya agar peduli dan mencegah," tegas IPTU Purnayasa, Kamis (27/7).
Dikatakan lebih lanjut, apabila ada transaksi dengan uang tunai, terutama pecahan Rp 50 ribu maupun Rp 100 ribu, untuk dipastikan dicek. Jangan buru-buru diberi kembalian.
Pedagang bisa menerawang, melihat bayangan di dalam uang kertas. Lalu meraba tingkat kekasaran uang. "Dengan begitu, bisa mencegah adanya uang palsu," jelas dia.
Meski belum ditemukan adanya laporan, namun upaya pencegahan sedini mungkin lebih baik dilakukan. "Agar tidak timbul kerugian di pedagang," tutup dia.
Upaya sosialisasi ini juga menyasar pedagang di pasar lainnya. Pedagang di warung juga diimbau tetap waspada akan potensi bahaya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 829 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 752 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 631 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 389 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 340 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun