Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 14 Agustus 2026
Jerinx Bungkam Saat Keluar Lapas, Alasannya Bikin Merinding
BERITABALI.COM, BADUNG.
Bungkamnya I Made Ari Astina, alias Jerinx JRX saat keluar dari Lapas Kelas II A Kerobokan ternyata karena alasan yang cukup menarik.
Sikap yang sama umumnya juga dilakukan napi-napi yang telah bebas dari penjara. Sikap itu diduga dikarenakan mitos mistis di kalangan penghuni lapas.
Kuasa Hukum JRX, Wayan Gendo Suardana mengatakan dia telah menyarankan JRX untuk memberi komentar kepada awak media, namun tak dilakukan.
"Ada mitos, saat keluar napi tidak boleh nengok ke ke belakang. JRX takut tidak kontrol saat menjawab pertanyaan, dia langsung masuk dalam mobil," tuturnya bersama awak media seusai wawancara di depan Lapas Kerobokan.
Dia menerangkan, mitos itu diyakini banyak napi yang pernah mendekam di Lapas Kerobokan. Menurut mitos, setiap napi yang bebas dari lapas seolah-olah ada suara yang memanggilnya dari belakang yang menahan langkah napi keluar.
Hal unik lainnya yang menjadi mitos di dalam penjara yakni pakaian yang digunakan selama ditahan tidak dikenakan lagi. Umumnya napi memilih membakar pakaiannya, ada pula membuangnya ke laut. Dia tak memastikan apakah mitos itu benar atau tidak.
"JRX mohon maaf (bungkam), nanti JRX akan mencari waktu supaya bisa berbicara langsung ke teman media," ungkap Gendo.
Reporter: bbn/dps
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4512 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2328 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1973 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1597 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1041 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun