Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 3 Agustus 2026
Kakek 70 Tahun Ditemukan Tewas di Jurang
Mayong
BERITABALI.COM, BULELENG.
Seorang kakek di Desa Mayong Kecamatan Seririt, Kamis (17/7) ditemukan tewas di sebuah jurang di Desa setempat setelah sebelumnya menghilang saat berpamitan untuk mengambil air.
Warga Dusun Poh Asem, Desa Mayong Kecamatan Seririt, dikagetkan dengan tewasnya Gede Ngurah Suteja (70) tubuhnya ditemukan di sebuah dasar jurang, bahkan sebelum peristiwa itu, korban Ngurah Suteja berpamitan untuk mengambil air mengunakan jerigen, namun hingga malam korban tidak kembali dan saat ditemukan telah tidak bernyawa.
"Dari penelusuran yang dilakukan keluarga bersama warga setempat, korban akhirnya ditemukan tergeletak di dasar jurang dan diduga korban tewas terpeleset akibat penyakit asmanya kambuh," ungkap Kapolsektif Seririt, AKP. Ketut Naya.
Berdasarkan olah lokasi peristiwa dan pemeriksaan medis, tewasnya korban murni akibat kecelakaan, namun demikian penyelidikan dan penyidikan masih dilakukan polisi dalam menangani kasus tersebut," ini masih kita lakukan pemeriksaan lebih dalam lagi, namun dari
hasil pemeriksaan tidak ada faktor kesengajaan dibunuh," ujar Naya.
Dari tewasnya sang Kakek di Dusun Poh Asem, Desa Mayong, Unit Reskrim Polsektif Seririt selain melakukan olah lokasi peristiwa juga mendengarkan sejumlah keterangan saksi yang melihat keberadaan korban sebelum terjatuh ke dasar jurang. (sas)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 338 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 267 Kali
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 216 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun