Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 21 September 2026
Kapal Nelayan Tak Dilengkapi Alat Komunikasi Jadi Kendala Evakuasi
Pencarian Korban KM Linggar Petak 89 yang Tenggelam
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Satu korban anak buah kapal (ABK) KM Linggar Petak 89 yang tenggelam di Samudera Hindia berhasil diselamatkan Tim SAR gabungan. Korban diketahui bernama Olof Luturmas ditemukan dalam kondisi kritis terapung sekitar 9 NM barat daya Uluwatu, sekitar pukul 10.30 WITA.
Sebelumnya, dalam peristiwa tersebut satu orang tewas bernama Hadi Supriadi, 4 lainnya selamat dan 10 lainnya masih dalam pencarian. Para korban yang selamat yakni Ariyono Wicaksono selaku Nakhoda, Usnadi, Asep Maulana M, Muhamad Kevin Danuarta.
Hingga sore Kamis 2 Februari 2023, kapal yang mengangkut para korban itu tiba di Dermaga Pasir Pelabuhan Benoa, pada Kamis 2 Februari 2023. Para korban diangkut oleh Kapal KN SAR Arjuna Basarnas Bali tiba sekitar pukul 16.06 WITA.
Dalam pengamatan, para korban langsung dibawa ke dalam mobil ambulans milik BPBD hingga TNI AL yang sudah bersiaga sejak dari pagi. Para korban tewas dan selamat dibawa langsung ke RSUP Prof Ngoerah, ada juga dibawa ke RS Surya Husada Denpasar.
Menurut Kepala Basarnas Bali Gede Darmada yang memantau langsung proses evakuasi para korban di lokasi menjelaskan Operasi SAR dari awal dilakukan pada Selasa 28 Februari 2023. Saat itu, lima orang termasuk korban meninggal sudah dapat ditemukan oleh kapal dari perusahaan KM Bahari Nusantara 25 ini.
"Lima korban yang ditemukan awal ini ada di atas kapal yang mau tenggelam, waktu itu masih mendekati tenggelam dalam posisi terbalik berjarak 30-35 Nautikal Mile dari Bali," beber Gede Darmada.
Namun katanya, pihak Basarnas belum bisa memindahkan para korban ke KN SAR Arjuna karena terkendala komunikasi serta cuaca. Termasuk 10 korban yang saat itu masih hilang belum ditemukan.
"Jadi kendalanya karena kapal nelayan yang menyelamatkan serta kapal tenggelam tersebut memang tidak dilengkapi peralatan komunikasi yang memadai, seperti radio marine, GPS, hingga AIS (Automatic Identification System)," beber Gede Darmada.
Akibatnya Tim SAR yang terdiri dari Basarnas, personel Polair serta TNI AL kesulitan melacak. Sehingga pada Kamis Februari 2023 pihaknya dapat berkomunikasi dengan KM Bahari Nusantara 25.
"Dari komunikasi itu kami dapat informasi kalau ada satu ABK lagi dapat diselamatkan dalam kondisi terapung sekitar 9 NM barat daya Uluwatu, pukul 10.30 WITA. Maka korban hilang berkurang jadi sembilan," ujarnya.
Baca juga:
Kapal Tenggelam, Korban Tewas Capai 40 Orang
Gede Darmada menambahkan, selanjutnya KN SAR Arjuna bergerak ke kapal tersebut untuk memindahkan para korban. Namun karena pertimbangan emergency dan korban harus mendapatkan perawatan medis, maka para korban segera dibawa ke Pelabuhan Benoa.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8163 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5679 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3550 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2401 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan