Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 2 November 2026
Keluarga dan Korban Bom Bali Asal Australia Ingin Segera Bangun Taman Perdamaian Bali
Badung
BERITABALI.COM, BADUNG.
Beritabali.com, Kuta. Korban dan keluarga korban bom Bali dari Australia yang tergabung dalam Asosiasi Bali Peace Park (Taman Perdamaian Bali) berkeinginan untuk segera merealisasikan pembanguan Taman Perdamaian Bali.
Pembangunan Taman perdamaian yang digagas sejak tahun 2003 tersebut menurut rencana akan dibangun di lahan bekas bangunan Sari Club yang merupakan lokasi ledakan bom Bali 12 Oktober 2002.
Ketua Asosiasi Taman Perdamaian Nick Way mengungkapkan pembangunan Taman Perdamaian merupakan proyek penting, yang tidak hanya membuka lapangan kerja, tetapi menyebarkan kebaikan serta menjadi tonggak perdamaian. Nick Way menyampaikan dalam upaya merealisasikan pembangunan Taman Perdamaian tersebut kini telah terkumpul dana dari sumbangan para donator dan pemerintah Australia yang mencapai 2 juta dolar Amerika
“Kita tidak akan menentukan target, karena waktu itu makin pendek , sekarang ini waktu yang kritis karena sebelas tahun telah berlalu kita sudah harus bertindak sekarang dengan pemilik tanah untuk datang bermusyawarah,” ujar Nick Way.
Nick Way mengklaim pembangunan Taman Perdamaian Bali tersebut juga mendapat dukungan dari pemerintah Australia. Taman perdamian yang di desain oleh Made Wijaya, nantinya akan dihiasi dengan 202 tiang yang merepresentasikan jumlah korban dalam tragedi Bom Bali tahun 2002. (mlt)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 538 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 394 Kali
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 393 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan