Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Keluarga Miskin Pasung Anaknya Selama 17 Tahun

Senin, 3 Juli 2017, 18:08 WITA Follow
Beritabali.com

Hasnah bersama anaknya Mistari yang menderita gangguan jiwa. [beritabali.com]

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Beritabali.com, Jembrana. Warga kurang mampu yang tinggal di Banjar Ketapang Muara, Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, Jembrana ini sungguh mengalami cobaan hidup yang sangat berat. 
 
Disamping sebagai keluarga kurang mampu, Ridwan juga mengalami kelumpuhan karena terkena stroke sejak 20 tahun lalu. Praktis dia tidak bisa beraktivitas, hanya bisa terbaring lemas di atas kasur butut miliknya. Untuk menyambung hidup, dia hanya bisa mengandalkan Hasnah (60), istrinya yang hanya bekerja sebagai buruh panggul ikan di Pengambengan dengan penghasilan yang tidak menentu.
 
[pilihan-redaksi]
Penderitaan keluarga Ridwan terasa lengkap ditambah dengan kondisi Mistari (18), anak laki-lakinya yang mengalami gangguan jiwa sejak berumur 2 tahun. 
 
Sejak lama pula, Ibu Hasnah terpaksa memasung anaknya dengan rantai dan digembok karena sering mengamuk dan memecahkan perabotan rumah tangga. 
 
"Kalau dibiarin anak saya bisa pergi kemana-mana. Kalau ngamuk perabotan rumah tangga sering dihancurkan,” tutur Hasnah lirih kepada wartawan, Senin (3/7/2017).
 
Hasnah menambahkan, jika malam harinya anaknya diikat di dalam rumah dengan dirantai dan digembok di tembok kamar. Sementara kalau siang hari diletakan di atas sumur agar mendapatkan sinar. Tentunya tetap dalam kondisi di rantai.
 
Sayangnya lagi, anaknya itu tidak pernah mau mengenakan pakaian hingga kondisinya bugil tiap hari. Sering dicoba dipakaikan pakaian, namun pakaian selalu di robek-robek.
 
"Sebenarnya tahun 2015 anak saya sudah pernah diajak berobat ke rumah sakit jiwa di Bangli. Namun dikembalikan karena katanya tidak bisa disembuhkan lagi,” ujar Hasnah.
 
Hasnah sebenarnya memiliki keinginan agar suami dan anaknya sembuh. Terlebih suaminya sejak sakit tidak pernah terkena sinar matahari karena tidak bisa ke luar rumah.
 
"Maklumlah saya hanya buruh panggul ikan di TPI Pengambengan yang hasilnya hanya cukup untuk makan sehari,” keluhnya.
 
Karena itu dia sangat berharap uluran tangan para dermawan untuk meringankan beban penderitaannya. Paling tidak yang dibutuhkannya kursi roda untuk suaminya agar bisa keluar rumah mencari udara yang segar dan cahaya matahari. [jim/wrt]
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami