Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 14 Agustus 2026
Kena Prank Kripto, Pengusaha Muda Ini Kehilangan Ratusan Triliun
BERITABALI.COM, DUNIA.
Sam Bankman-Fried pengusaha kripto harus gigit jari, pasalnya dia berpotensi kehilangan sekitar 94 persen pendapatannya karena harga kripto yang anjlok.
Bankman-Fried adalah pemilik pertukaran kripto FTX dan Alameda sebuah rumah perdagangan kripto, dia dikenal luas sebagai pengusaha kripto yang masuk dalam jajaran anak muda terkaya di dunia versi Bloomberg Billionaire Index, ditaksir kekayaannya mencapai USD15 miliar atau setara Rp235 triliun.
Namun sayangnya kini dia harus siap merelakan hartanya hilang ratusan triliun rupiah karena harga kripto yang anjlok.
"Beberapa hari belakangan ini nilai tukar dari kripto FTX mengalami penurunan signifikan," sebut CNN dalam laporannya dikutip Kamis (10/11/2022).
Dalam sehari saja disebutkan bahwa Bankman-Fried diperkirakan akan keluar dari daftar orang terkaya di dunia. Indeks Bloomberg mengasumsikan bahwa dia dan semua investor lain yang menggantungkan hartanya di kripto akan mengalami kerugian.
Kemudian, pertukaran kripto FTX dan Alameda kemungkinan tidak lagi berharga bagi investor. Kerugian orang kaya dunia hingga 94 persen, menurut indeks Bloomberg menjadi yang terbesar dalam catatan yang pernah ada.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4507 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2323 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1968 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1592 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1036 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun