Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Minggu, 27 September 2026
Kendaraan Dipandang Sebagai Senjata Sehingga Diupacarai Saat Tumpek Landep
Jumat, 30 Maret 2018,
22:45 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Kebiasaan masyarakat Hindu Bali yang mengupacarai kendaraan bermotor saat Tumpek Landep disebabkan oleh pandangan bahwa kendaraan bermotor merupakan alat atau salah satu senjata dalam memudahkan kehidupan manusia. Pada akhirnya tidak jarang juga peralatan elektronik turut serta diupacarai saat Tumpek Landep.
[pilihan-redaksi]
"Karena kendaraan bahanya dari besi dan digunakan sebagai senjata untuk membantu kehidupan manusia" kata Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si ketika di konfirmasi melalui telpon pada Jumat (30/3).
"Karena kendaraan bahanya dari besi dan digunakan sebagai senjata untuk membantu kehidupan manusia" kata Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si ketika di konfirmasi melalui telpon pada Jumat (30/3).
Menurut Sudiana, apa yang dilakukan oleh masyarakat pada dasarnya menyesuaikan dengan situasi dan kondisi. Secara prinsip semuanya adalah sebagai ucapan syukur kepada Tuhan atas anugerah kemudahan hidup yang diterima umat.
Sudiana menjelaskan bahwa Tumpek Landep yang jatuh pada hari Saniscara wuku Landep secara ritual upacara oleh umat Hindu diyakini sebagai hari untuk pemujaan sanghyang Pasupati sebagai manivestasi Tuhan dalam fungsinya sebagai penguasa semua kehidupan atau juga mahluk di alam semesta ini.
[pilihan-redaksi2]
Demikian juga Pasupati dilakukan untuk memberikan kekuatan kepada semua senjata tajam untuk perang sehingga hari itu semua senjata diupacarai untuk dimohonkan kepada Tuhan agar bisa bertuah dan selalu menang jika digunakan untuk menaklukan lawan di medan perang dan menjaga keamanan negara.
Demikian juga Pasupati dilakukan untuk memberikan kekuatan kepada semua senjata tajam untuk perang sehingga hari itu semua senjata diupacarai untuk dimohonkan kepada Tuhan agar bisa bertuah dan selalu menang jika digunakan untuk menaklukan lawan di medan perang dan menjaga keamanan negara.
"Upacara ini dilakukan oleh masyarakat Bali di rumahya yang memiiki senjata, keris, tombak dan lain-lain, dahulu di Puri, Jero, dimana tempat penyimpanan senjata" ujar Sudiana yang juga merupakan Rektor IHDN Denpasar.
Sudiana menambahkan sekarang oleh masyarakat upacara Tumpek Landep berkembang, dimana semua benda yang dari besi diupacarai juga untuk dimohonkan anugerah supaya bertuah guna membantu kehidupan manusia di dunia. Demikian juga secara filsafat Tumpek Landep sebagai hari untuk memohon landeping idep atau mempertajam pikiran untuk menghadapi semua tantangan hidup di dunia. (bbn/mul)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
01
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8476 Kali
02
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5825 Kali
03
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3651 Kali
04
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2480 Kali
05
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026