Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 14 Agustus 2026
Kepala Penjara Jadi Otak Pembunuhan Jurnalis Radio
BERITABALI.COM, DUNIA.
Kepala otoritas penjara di Filipina dijerat dugaan memerintahkan pembunuhan terhadap seorang jurnalis radio ternama, Percival Mabasa bulan lalu. Sebagai informasi, Mabasa didapati tewas karena tembakan di pinggiran Kota Manila pada 3 Oktober silam.
Kala itu dilaporkan, Mabasa yang memiliki nama alias sebagai Percy Lapid saat mengudara itu sedang dalam perjalanan ke tempat kerjanya. Mereka yang diduga ada di balik pembunuhan itu adalah Dirjen Biro Pemasyarakatan Filipina Gerald Bantag, dan wakil petugas keamanan Ricardo Zulueta.
"Dia (Bantag) mungkin akan menjadi pejabat tertinggi negeri ini yang pernah didakwa dengan kasus seberat ini," kata Menteri Kehakiman Crispin Remulla, seperti dikutip AFP, Senin (7/11).
Pejabat Biro Investigasi Nasional Eugene Javier mengatakan Bantag diduga memerintahkan pembunuhan Mabasa setelah terus diekspos jurnalis radio tersebut terkait kasus yang menyeretnya.
Selain itu, Bantag dan Zulueta juga dituding memerintahkan pembunuhan Cristito Villamor Palana, salah satu narapidana yang diduga memberikan perintah pembunuhan kepada Escorial.
Sebagai informasi, Escorial yang diduga eksekutor pembunuhan Mabasa telah menyerahkan diri ke penegak hukum pada bulan lalu, karena takut akan keselamatannya setelah polisi menyiarkan wajahnya dari rekaman CCTV. Javier mengatakan Palana dicekik menggunakan kantong plastik oleh anggota gengnya sendiri.
Laporan pidana ini pun telah diajukan terhadap 10 narapidana lain yang diduga terlibat dalam kasus ini. Jaksa di Departemen Kehakiman selanjutnya bakal menilai kecukupan bukti kasus ini untuk dimajukan dalam penuntutan di pengadilan.
Untuk diketahui, Mabasa merupakan seorang kritikus yang vokal terhadap mantan Presiden Filipija Rodrigo Duterte serta penerusnya, Ferdinand Marcos. Di satu sisi, Mabasa merupakan jurnalis kedua yang tewas dibunuh sejak Marcos menjabat pada 30 Juni silam.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4507 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2323 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1968 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1592 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1036 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun