Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 4 Agustus 2026
Kepala Robek, Anggota Satpam Tewas
Beritabali.com, Singaraja
BERITABALI.COM, BULELENG.
Seorang anggota Satuan Pengaman atau Satpam yang beralamat di Lingkungan Kayubuntil, Kelurahan Kampung Anyar, Buleleng tewas setelah terlibat tabrakan ‘adu jangkrik’ di Kawasan Kubujati. Korban tewas dengan kepala bagian belakang robek.
Peristiwa laka lantas ini melibatkan sepeda motor DK 5822 PJ dengan sepeda motor DK 2041 UX.
Berawal saat pengendara sepeda motor DK 2041 UX Kadek Sukrawan (21) warga Kelurahan Kampung Anyar mengambil haluan terlalu ke kanan hingga kemudian terlibat tabrakan dengan sepeda motor DK 5822 PJ yang dikendarai I Komang Ari Suteja, (23) warga Desa Kembangsari Kintamani Bangli.
“ Peristiwa laka lantas di Jalan WR Supratman di Kawasan Kubujati tersebut lantaran kecerobohan korban hingga mengakibatkan tabrakan adu jangkrik, korban dalam kondisi mabuk mengambil haluan ke kanan, hingga kecelakaan tidak bisa dihindari,” papar Perwira Humas Polres Buleleng, Kompol I Made Sudirsa.
Sementara, I Komang Ari Suteja, warga Desa Kembangsari Kintamani Bangli, pengendara sepeda motor DK 5822 PJ masih menjalani rawat inap di Rumah Sakit Parama Sidhi Singaraja lantaran luka robek pada bagian pelipis dan luka patah. (sas)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 839 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 756 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 707 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 391 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 357 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun