Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 6 Mei 2026
Ketua MPR Kecewa Film Soekarno Ingin Dihentikan
jakarta
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Beritabali.com, Jakarta. Ketua MPR RI Sidarto Danusubroto menyayangkan, adanya pihak yang ingin menghentikan pemutaran film Soekarno di seluruh bioskop. Padahal, film Soekarno itu sebenarnya banyak mengandung sejarah bangsa.
"Film bagus, anak yang masih muda harus lihat itu, ini film sejarah, saya tidak tahu masalahnya, kalau distop dari peredaran saya sangat sesalkan," ujar Sidarto selaku mantan ajudan Soekarno di Jakarta, Jumat (13/12/2013).
Menurutnya, film Soekarno ini layak menjadi tontonan masyarakat supaya bisa dijadikan sebagai napak tilas perjalanan kemerdekaan pada era Soekarno.
"Pemuda harus melihat perjuangan pahlawan jaman dulu, anak muda harus menangkap idealisme dari founding father. Orang cerdas seperti itu harus dilihat anak muda," imbuhnya.
Selain itu, mantan ajudan Soekarno ini menilai, pemeran tokoh utama dalam film Soekarno juga sangat sesuai dengan karakter aslinya.
"Dia bagus, wajahnya agak mirip, bagimana dia perform, Soekarno seperti itu. Saya melihat Sokarno ada pada dia, meskipun Soekarno lebih handsome (tampan). Dia bisa mencari orang seperti Soekarno. Sulit memang mencari orang seperti dia, dia komplit, handsome, berkarisma, pintar," tandasnya.
Sebelumnya, kisruh film Soekarno berbuntut panjang. Pengadilan Niaga Jakarta Pusat mengeluarkan penetapan sementara yang meminta agar PT Tripar Multivision Plus (MVP) selaku produser film Soekarno menyerahkan master film, dan menghentikan peredaran film tersebut sejak Kamis (12/12).
Rachmawati menyesalkan mengapa film arahan sutradara Hanung Bramantyo itu tetap beredar, ia melihat kalau film tersebut cacat hukum.
"Ide awal bukan dari MVP atau Hanung, tapi dari saya. Saya bentuk tim untuk lengkapi bahan, kemudian dituangkan ke timeline, sinopsis, naskah. Itu tahap pertama yang kita lakukan," tutur Rachmawati.
Setelah itu, ia membuat perjanjian bersama MVP dengan dua pokok utama, yakni soal pemilihan pemeran utama dan ideologi Soekarno yang akan diangkat ke film. Menurutnya, Soekarno tokoh bangsa sehingga tidak boleh lepas keterkaitan ideologi Soekarno. Dari awal cerita pun harus konsekuen.
"Yang ketiga, dalam penggambaran Soekarno pun harus mencerminkan tokoh dan kebesaran Soekarno," ujar Rachma yang kemudian meneteskan air mata.[bbn/inilah.com]
Reporter: -
Berita Terpopuler
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 532 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 412 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 411 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 394 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik