Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 30 Oktober 2026
Komunitas BISA Edukasi Siswa SD di Badung Kelola Sampah dari Sumber
Bali Darurat Sampah
BERITABALI.COM, BADUNG.
Komunitas Bersih Itu Sederhana Aja (BISA) mulai melangkah dengan mengedukasi ratusan siswa di SDN 01 Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung tentang pengelolaan sampah dengan metode 3R (reduce, reuse, recycle), Selasa, 10 Maret 2026.
Kegiatan ini menjadi langkah perdana Komunitas BISA setelah sebelumnya menggelar pelatihan training of trainers (ToT) bagi para mentor atau fasilitator di kampus Politeknik Pariwisata Bali pada Jumat, 6 Maret lalu.
Program edukasi tersebut berlangsung di tengah upaya Pemerintah Kabupaten Badung yang saat ini tengah mendorong percepatan program Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) dengan melibatkan organisasi perangkat daerah hingga tingkat desa.
Kedatangan para mentor Komunitas BISA disambut hangat oleh para siswa dan guru. Bahkan, sejumlah siswa tampak berebut bersalaman dengan para mentor yang datang ke sekolah mereka.
“Terima kasih kepada Komunitas BISA. Murid-murid akan dipandu mengelola sampah. Bali ini sangat kecil, jadi kebersihannya harus terus dijaga,” ujar Kepala SDN 01 Kutuh, I Ketut Suara.
Komunitas BISA merupakan wadah yang menaungi anak-anak muda di Bali yang peduli terhadap lingkungan, khususnya persoalan persampahan. Komunitas ini berfokus pada kegiatan edukasi pengelolaan sampah dari sumbernya dengan pendekatan metode 3R kepada terutama generasi muda, terutama siswa sekolah.
Edukasi di SDN 01 Kutuh diikuti oleh seluruh siswa yang berjumlah 308 orang dengan melibatkan delapan orang mentor. Kegiatan edukasi menggunakan pendekatan belajar sambil bermain sehingga siswa lebih mudah memahami materi yang disampaikan.
Keriuhan tak terhindarkan ketika seluruh siswa berkumpul di lapangan sekolah untuk mengikuti praktik memilah sampah serta berbagai permainan dan kuis bertema lingkungan. Senyum dan tawa lepas dari para siswa yang memenangkan permainan dan mendapatkan hadiah.
“Kapan kakak ke sini lagi?” ujar beberapa siswa di akhir kegiatan.
Co-founder Komunitas BISA, Soendoro Soepringgo, menuturkan bahwa edukasi di SDN 01 Kutuh merupakan momen penting yang menentukan arah gerakan komunitas.
“Hari ini bukan sekadar edukasi tentang pengelolaan sampah, tetapi juga lahirnya agen-agen perubahan lingkungan dari generasi muda Bali,” ujarnya.
Ia berharap langkah awal tersebut dapat menjadi pembuka lahirnya gerakan bersama antara sekolah, desa, dan generasi muda untuk membangun budaya lingkungan yang lebih bertanggung jawab.
“Karena masa depan Bali yang bersih dan lestari ada di tangan generasi hari ini, termasuk adik-adik yang hadir di sini,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Kutuh, I Wayan Mudana, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyatakan dukungannya terhadap kegiatan edukasi lingkungan yang dilakukan Komunitas BISA.
Menurutnya, Bali saat ini sedang menghadapi persoalan serius terkait sampah sehingga kesadaran menjaga kebersihan perlu ditanamkan sejak dini kepada generasi muda.
“Adik-adik kalau ketemu sampah di jalan, bawa ke sekolah ya. Dikumpulkan, nanti diberi hadiah,” kartanya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5990 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4674 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2653 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2313 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2234 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan