Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Minggu, 17 Mei 2026
Konflik Ambon Sebagai Pembelajaran Hidup Patut Disyukuri Bukan Dipertentangkan
Senin, 19 November 2018,
15:10 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Staf Ahli Gubernur Maluku Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan, Ronny Sam Wolter Tairas bersama Plt. Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Maluku, Cor Lonuknah menyampaikan selepas tragedi Ambon tahun 2002, Maluku disebutnya sudah berubah menjadi wajah provinsi yang ramah dan damai di Indonesia.
Hal itu ditandai dengan adanya Gong Perdamaian Dunia yang diletakkan di pusat kota Ambon. Lalu oleh kami sebagai anak negeri ini mengenal peristiwa tersebut merupakan pelajaran yang sangat berharga bagi masyarakat Maluku. “Bahwa hidup dalam perbedaan merupakan sesuatu hal yang harus disyukuri bukan malah sebaliknya yakni dipertentangkan,” katanya.
Hal itu terungkap saat lawatan Ketua Asosiasi FKUB Indonesia, Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet yang juga menjabat sebagai Ketua FKUB Provinsi Bali ke Kota Ambon, Provinsi Maluku dari, Sabtu (17/11) sampai Senin (19/11) ini bersama pengurus FKUB Provinsi Bali, Forum Perempuan Lintas Agama (Forpela) Provinsi Bali, Forum Generasi Muda Lintas Agama (Forgimala) Provinsi Bali, dan Sub Bagian Hukum dan Kerukunan Umat Beragama (KUB) Kanwil Kemenag Provinsi Bali, meninggalkan beberapa pesan penting kepada pengurus FKUB Provinsi Maluku.
“Salam hormat dan salut kepada pengurus FKUB Provinsi Maluku yang sudah gigih mempertahankan kerukunan, untuk itu nilai-nilai kerukunan di Provinsi Maluku ini harus dijaga dengan baik dengan menjujung persaudaraan,” pesan Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet.
Hal itu disampaikannya, mengingat Kota Ambon pernah tercatat dalam konflik kemanusiaan yang berkepanjangan antara saudara salam-sarani atau antara Islam dan Kristen yang lebih dikenal dengan “Tragedi Ambon” pada tahun 1999 silam.
Di sisi lain, kunjungan Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet ke Kota Ambon juga untuk melihat secara dekat kondisi Kota Ambon Manise, baik itu masyarakatnya yang multikultural hingga melihat kondisi tempat ibadah keumatan antar agama yang berdiri di kepulauan rempah-rempah ini, seperti Gereja Katedral Ambon, Masjid Raya Alfatah, Vihara Swarna Giri Tirta, dan Pura Siwa Stana Giri.
Berita Premium
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1496 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1129 Kali
03
04
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 975 Kali
05
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 862 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026