Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 24 Mei 2026
Korban Kebakaran Depo Pertamina Plumpang: 13 Tewas, 49 Luka
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara Rahmat Kristantio meralat jumlah korban kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara.
Baca juga:
Pipa Pertamina Kebakaran di Jakarta Utara
Berdasarkan data yang dirilis pada Sabtu (4/3), total korban tewas yang sebelumnya disebutkan berjumlah 17 orang menjadi 13 orang. Tiga di antaranya merupakan anak-anak.
Kemudian, korban luka yang sebelumnya disebutkan berjumlah 50 orang menjadi 49 orang. Terdiri dari 46 orang dewasa dan tiga anak-anak.
"Meninggal 10 dewasa dan 3 anak. Total 13," kata Rahmat.
"Luka bakar 46 dewasa dan 3 anak. Total 49," imbuhnya.
Ia menuturkan api area kebakaran telah berhasil dipadamkan. Operasi selesai pada pukul 2.19 WIB.
Diberitakan, kebakaran di Depo Pertamina Plumpang dilaporkan pada pukul 20.10 WIB. Puluhan unit mobil pemadam kebakaran dengan ratusan personel diterjunkan ke lokasi untuk memadamkan api.
Hingga saat ini belum diketahui penyebab kebakaran Depo Pertamina Plumpang tersebut. Puluhan unit mobil damkar dan ratusan personel diterjunkan ke lokasi untuk memadamkan api.
Karumkit Bhayangkara TK I Pusdokkes Polri Brigjen Pol Hariyanto mengatakan seluruh korban tewas akan dibawa ke RS Polri untuk proses identifikasi.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 2039 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1881 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1393 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1273 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah