Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 4 Agustus 2026
Korsel Paksa 13 Dokter Mogok Kembali Kerja, Ancam dengan Pidana
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pemerintah Korea Selatan pada Jumat (1/3) malam secara terbuka memerintahkan 13 dokter yang mogok untuk kembali bekerja, atau akan disanksi penalti.
Beberapa dokter yang diperintahkan kembali merupakan dokter yang lantang menyuarakan aksi pemogokan yang melibatkan lebih dari sembilan ribu orang, dan menuntut reformasi sistem kesehatan di negara tersebut.
Pemberitahuan secara terbuka ini merupakan sinyal terbaru dari sikap keras pemerintah Korea Selatan terhadap para dokter magang yang berpartisipasi dalam pemogokan.
Sebelumnya kepolisian juga sempat menggerebek pejabat asosiasi dokter pada hari Jumat, hari libur umum di Korea Selatan.
Lewat situs resmi, Kementerian Kesehatan merilis nomor izin dan rumah sakit ke-13 dokter yang dipaksa bekerja kembali, jika tidak ingin izin praktik ditangguhkan atau menghadapi tuntutan pidana.
Nama-nama dokter tersebut sebagian telah disensor, tapi setidaknya beberapa di antara mereka tampaknya adalah dokter-dokter yang masih dalam tahap pelatihan yang sangat vokal mengenai pemogokan dan mengkritik pemerintah, termasuk Park Dan, ketua Asosiasi Magang dan Dokter Residen Korsel.
Pihak berwenang pada Jumat meningkatkan tekanan untuk mengakhiri pemogokan, dengan polisi Korea Selatan melancarkan penggerebekan pada pejabat Asosiasi Medis Korea Selatan.
Pemerintah Korsel sebelumnya telah menetapkan hari Kamis sebagai tenggat bagi para dokter untuk kembali bekerja, atau menghadapi hukuman.
Namun data Kementerian Kesehatan menunjukkan lebih dari dua pertiga dokter peserta pelatihan, atau hampir 9.000, mengabaikan seruan untuk kembali bekerja.
Para dokter merencanakan demonstrasi massal pada Minggu (3/3) untuk memprotes rencana pemerintah untuk meningkatkan jumlah peserta sekolah kedokteran sebanyak 2.000 orang mulai tahun 2025.
Pemerintah Korsel ditengarai merancang rencana tersebut untuk mengatasi masalah kekurangan dokter.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 829 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 752 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 631 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 389 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 340 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun