Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Minggu, 27 September 2026
Koster: Pariwisata Tak Boleh Gerus Budaya Bali
Jumat, 9 Februari 2018,
09:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Calon Gubernur Bali yang diusung PDIP, I Wayan Koster menegaskan pariwisata tak boleh menggerus budaya Bali. Jika budaya Bali tergerus, Koster yang berpasangan dengan Tjokorda Oka Arta Ardana Sukawati (Cok Ace) itu percaya Bali akan porak poranda. Sebab, kata Koster, budaya merupakan akar dari pariwisata itu sendiri. Untuk itu, budaya dan pariwisata tak bolrh saling menegasikan.
Jika terpilih menjadi Gubernur Bali Koster akan mengatur secara khusus mengenai proteksi budaya Bali. Pada saat sama, harus pula diatur dan dirumuskan program nyata bagaimana pariwisata berkontribusi terhadap keseltarian budaya Bali yang adi luhung.
"Nantinya harus dituangkan dalam legislasi dan program yang diarahkan ke sana (proteksi dan kontribusi pariwisata terhadap budaya Bali)," kata Koster di hadapan Sulinggih, akademisi dan sejumlah tokoh masyarakat di Wantilan Pura Samuan Tiga Gianyar, Kamis 8 Februari 2018.
Jika budaya rusak akibat pariwisata, Koster menilai tak ada bedanya Bali dengan daerah lain seperti Sumatera, Jakarta dan daerah lainnya. Bahkan yang lebih mengerikan, Koster menyebut jika budaya Bali rusak akibat pariwisata maka Bali akan kehilangan pendapatan yang cukup besar yang selama ini dihasilkan oleh Kabupaten Badung senilai Rp6 triliun setahun.
"Kalau tidak mau itu terjadi, ini harus dipotret betul agar Bali bisa hidup ke depan. Pariwisata tidak boleh mengobrak-abrik hal itu (budaya). Pariwisata itu basisnya budaya Bali. Kita harus atur dengan baik agar pariwisata menghidupi kebudayaan Bali sebagai basisnya," tegas Koster.
Ia mengakui selama ini pertumbuhan ekonomi di Bali cukup tinggi. Hal itu tak lain ditopang oleh industri pariwisata yang cukup tinggi. "Pertumbuhan ekonomi Bali 77,52 persen disumbang pariwisata dalam arti luas. Itu bagus, tapi juga menimbulkan ancaman kalau pariwisata rontok, maka rontok semua. Kita tidak mau hal itu terjadi. Maka semua harus diatur dengan baik ke depan," papar dia.
Ia memaparkan kondisi perekonomian Bali. Pertumbuhan ekonomi Bali cukup tinggi di atas 6 persen melebihi pertumbuhan ekonomi nasional. "PDRB mencapai Rp177,2 triliun pada tahun 2015. Pertumbuhan ekonomi cukup merata degan Indeks Gini Rasio cukup rendah yakni 0,340 pada tahun 2015," ulas Koster.
Di sisi lain, anka inflasi Bali selalu rendah. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Bali ditopang oleh sektor tersier, terutama industri pariwisata yang mencapai 77,52 persen pada tahun 2015 dan terus meningkat. Untuk sektor sekunder 6,83 persen, sektor primer sebesar 15,65 persen dan terus mengalami penurunan.
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
01
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8469 Kali
02
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5818 Kali
03
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3645 Kali
04
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2473 Kali
05
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026