Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 3 November 2026
KPPB Razia Taksi dan Angkutan Wisata Liar
Selasa, 9 Februari 2016,
06:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BADUNG.
Angkutan wisata liar yang marak membuat persaingan usaha menjadi tak sehat. Pasalnya, angkutan wisata liar ini dinilai berpotensi merusak citra pariwisata Bali.
Dinas Perhubungan (Dishub) yang dianggap lamban dalam mengambil tindakan, membuat pelaku pariwisata yang geram dengan keberadaan angkutan wisata liar untuk mengambil tindakan sendiri.
Tindakan geram yang dilakukan sejumlah orang mengatasnamakan Kelompok Peduli Pariwisata Bali (KPPB) akhirnya melakukan aksi sweeping terhadap sejumlah angkutan pariwisata liar di salah satu hotel di kawasan Jimbaran, Kabupaten Badung.
Aksi sweeping ini dipicu ulah angkutan pariwisata liar yang hendak mengangkut sejumlah wisatawan. Aksi saling rebut wisatawan pun sempat terjadi saat beberapa rombongan turis hendak diangkut dan KPPB pun langsung menghadangnya.
"Rombongan turis ini masuk dalam list tamu milik travel agen yang lain, tapi mereka mau angkut ke Lembongan. Saat kami tanya izin travel dan list tamu yang mereka bawa, mereka tidak bisa tunjukkan," ucap David, Koordinator KPPB, Senin (8/2/2016).
Bahkan, perdebatan sengit pun sempat terjadi saat sopir kendaraan pengangkut wisawatan itu mengklaim tamu yang hendak dibawanya itu tamu miliknya. "Ini tamu kita," sahutnya.
Sayang, ia tidak mampu menunjukkan list daftar tamu yang diminta. Akhirnya, sebagian rombongan turis Tiongkok yang hendak berwisata ke Lembongan memanfaatkan angkutan pariwisata liar itu akhirnya batal bepergian.
David menegaskan aksi saling telikung rombongan wisatawan ini kerap terjadi di Bali. Tak hanya merugikan travel agen resmi yang mendatangkan wisatawan itu ke Bali,
ulah sopir-sopir taksi yang kerap menawarkan paket jasa pariwisata ini juga membahayakan industri pariwisata di Bali.
"Kalau turis-turis itu diangkut oleh sopir-sopir taksi liar, lalu terjadi apa-apa di jalan, yang bertanggungjawab adalah travel agent yang membawa mereka ke Bali," tegasnya.
Terkait maraknya aksi telikung wisatawan ini, David mengakui lantaran adanya aksi nakal dari agensi asal Tiongkok yang berdomisili di negeri asalnya. Pasalnya, agensi itu hanya bermodal situs online yang mengobral paket wisata dengan harga miring.
"Yang sering terjadi biasanya rombongan wisatawan Tiongkok. Karena itu nanti kami akan koordinasi dengan asosiasi travel agent Divisi Mandarin. Agensi itu bekerjasama dengan guide-guide liar di Bali," ujarnya.
Selain itu, sambung David, juga adanya sopir-sopir taksi liar yang nakal dengan menawarkan angkutan pariwisata berukuran besar untuk mengantarkan rombongan wisatawan ke obyek wisata.
"Biasanya si turis yang naik taksi itu langsung ditawarkan untuk disediakan transportasi lebih besar, lalu dijemput di hotel tempat mereka menginap. Yang seperti ini lebih rawan karena tidak ada pertanggungjawaban keselamatan terhadap si turis," tandasnya.
Berita Badung Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
01
02
03
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 557 Kali
04
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 422 Kali
05
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 421 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026