Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 24 Mei 2026
Kristen Ortodoks Rusia Kecam Pembakaran Al Quran di Swedia: Vandalisme
beritabali.com/cnnindonesia.com/Kristen Ortodoks Rusia Kecam Pembakaran Al Quran di Swedia: Vandalisme
BERITABALI.COM, DUNIA.
Kepala Departemen Kemasyarakatan dan Media Synodal Patriarki Kristen Ortodoks Moskow, Vladimir Legoyda, ikut mengecam aksi pembakaran Al Quran di Swedia pekan lalu. Pembakaran Al Quran dilakukan politikus sayap kanan asal Denmark, Rasmus Paludan, dalam demonstrasi menentang Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, di Stockholm, Swedia.
Warga Swedia berdemo setelah Erdogan meminta Swedia tak lagi melindungi warga Kurdi di negaranya jika ingin direstui gabung Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).
Legoyda kemudian menganggap pembakaran Al Quran itu sudah melampaui batas penghormatan terhadap kepercayaan setiap orang.
"Pembakaran Al Quran dekat Duta Besar Turki di Swedia adalah aksi vandalisme yang tidak dapat diterima," kata Legoyda dalam Telegram, dikutip dari kantor berita Rusia, TASS.
"Seorang tak boleh meludahi sesuatu yang dianggap suci bagi orang lain. Tak boleh ada yang melewati batas kemanusiaan dan menodai hal-hal sakral sebagai bagian dari perjuangan politik," ujarnya lagi.
Komunitas warga muslim di Rusia sebelumnya mengutuk keras tindakan Paludan yang membakar Al Quran. Kecaman keras juga telah dilontarkan sejumlah negara mayoritas muslim dari Indonesia hingga Arab Saudi.
Di Arab Saudi, mufti besar negara tersebut Sheikh Abdul Aziz bin Abdullah Al-Sheik, mengutuk keras aksi pembakaran Al Quran oleh politikus Swedia tersebut. Al-Sheikh menganggap ulah Paludan tersebut provokatif bagi umat muslim dunia hingga memicu perselisihan dan mendukung ekstremisme.
Ia juga mengutuk otoritas Swedia yang membiarkan seorang politikus melakukan aksi tercela seperti itu.
"Praktik biadab dan provokatif ini hanya akan meningkatkan keimanan umat Islam dengan keyakinan mereka terhadap status Al Quran, karena Al Quran merupakan sumber hukum dan pendekatan yang benar dalam menyebarkan ajaran serta nilai-nilai perdamaian serta kehidupan," ucap Al-Sheikh seperti dikutip kantor berita pemerintah Saudi, SPA, pada Selasa (24/1).(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 2030 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1872 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1386 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1265 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah