Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
Kuda Nil Pablo Escobar Berkembang Biak Tak Terkendali
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pemerintah Kolombia terpaksa mensterilkan kuda nil milik Pablo Escobar karena hewan itu berkembang biak tak terkendali, kata organisasi perlindungan lingkungan Cornare.
Escobar awalnya memelihara dua ekor kuda nil (masing-masing jantan dan betina) juga hewan eksotis lainnya seperti jerapah, zebra dan kanguru di peternakan.
Setelah kematiannya, semua hewan itu dijual kecuali kuda nil yang hingga saat ini jumlahnya terus bertambah hingga jadi 80 ekor. Cornare mengatakan, 24 kuda nil telah diberi obat bernama Gonacon dengan bantuan anak panah. Ini adalah alat kontrasepsi yang efektif untuk pria dan wanita.
Sedangkan 11 kuda nil lainnya disterilkan dengan cara konvensional.
Kawanan kuda nil yang diprediksi menjadi terbesar di luar Afrika ini semakin menimbulkan masalah dan pernah menyerang nelayan beberapa kali.
“Kehadiran hewan-hewan ini di ekosistem yang bukan miliknya memiliki konsekuensi seperti tergesernya fauna lokal,” kata karyawan Cornare, David Echeverri.
Setelah kematian Escobar pada tahun 1933, terjadi perselisihan mengenai kepemilikan lahan pertaniannya 400 kilometer barat laut ibu kota Bogotá.
Taman hewan pribadi Hacienda Napoles akhirnya dibuka sebagai daya tarik bagi wisatawan.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3387 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1310 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 921 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 843 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 682 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun