Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
Kuwait, Qatar, dan UEA Kutuk Rencana Israel Serbu Rafah
BERITABALI.COM, DUNIA.
Kuwait, Qatar dan Uni Emirat Arab (UEA) pada Sabtu (10/2) mengutuk rencana tentara Israel untuk menyerang Rafah, yang berada di selatan Jalur Gaza.
Kementerian Luar Negeri Kuwait menyatakan keprihatinannya yang mendalam terhadap rencana pasukan pendudukan Israel untuk menyerang kota Rafah di Jalur Gaza setelah mendeportasi paksa warga sipilnya.
Seperti dikutip dari Anadolu, Minggu (11/2), pernyataan ini menegaskan kembali sikap Kuwait yang menolak praktik agresi Israel dan skema pengungsian terhadap rakyat Palestina.
Kuwait juga menegaskan kembali posisinya yang mendesak komunitas internasional dan Dewan Keamanan PBB untuk memenuhi tanggung jawab mereka dalam melindungi warga sipil Palestina yang tidak bersalah.
Badan tersebut diharapkan mendorong pengaktifan mekanisme akuntabilitas internasional untuk mengakhiri pelanggaran Israel terhadap hukum internasional, hukum kemanusiaan, dan resolusi internasional yang sah.
Di sisi lain, Qatar turut mengecam keras ancaman Israel untuk menyerang Rafah, yang merupakan wilayah perbatasan dengan Mesir.
Doha memperingatkan akan terjadinya bencana kemanusiaan di kota tersebut, yang telah menjadi tempat perlindungan terakhir bagi ratusan ribu pengungsi Gaza.
Qatar meminta Dewan Keamanan PBB untuk segera bertindak mencegah pasukan pendudukan Israel menginvasi Rafah dan melakukan genosida di kota tersebut. Qatar juga menekankan kembali penolakan tegas terhadap upaya pengusiran paksa warga Palestina dari Gaza.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri UEA menyatakan keprihatinan seriusnya terhadap rencana dan persiapan tentara Israel untuk melancarkan operasi militer di daerah padat penduduk Rafah, yang dipenuhi pengungsi Palestina.
UEA memperingatkan dampak kemanusiaan serius yang mungkin ditimbulkan oleh operasi militer Israel di Rafah.
Pernyataan tersebut menekankan bahwa tindakan seperti itu berpotensi menyebabkan lebih banyak korban jiwa tak berdosa dan memperburuk bencana kemanusiaan di wilayah tersebut."
UEA menegaskan kembali kecamannya yang keras terhadap deportasi paksa terhadap rakyat Palestina dan praktik apa pun yang melanggar legitimasi internasional, hukum internasional, dan hukum kemanusiaan.
Pernyataan tersebut menyerukan komunitas internasional untuk mengerahkan segala upaya, tanpa penundaan, untuk segera mencapai gencatan senjata guna menghindari eskalasi lebih lanjut situasi di wilayah pendudukan Palestina.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan militer pada Jumat (9/2) untuk mengajukan rencana ganda untuk mengevakuasi warga Palestina dari Rafah, rumah bagi lebih dari 1 juta penduduk yang mencari perlindungan dari perang, serta hasrat mengalahkan batalyon Hamas yang tersisa.
Menurut PBB, serangan Israel telah menyebabkan 85 persen penduduk Gaza menjadi pengungsi di tengah kekurangan makanan, air bersih dan obat-obatan, sementara 60 persen infrastruktur di wilayah kantong itu rusak atau hancur.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 872 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 869 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 795 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 445 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 399 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun