Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 31 Juli 2026
Lari Pagi, Tukang Ukir Ditemukan Jadi Mayat
Gianyar
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Seorang penderita epelipsi asal Banjar Madangan Petak Kaja, Gianyar ditemukan telah menjadi mayat. Pria bernama lengkap I Nyoman Sutarma (38) tewas ketika sedang olah raga lari pagi.
Berdasarkan keterangan di TKP, korban sendiri kerap olahraga lari di pagi hari. Pria yang kesehariannya sebagai tukang ukir ini, Senin (15/9), sekitar pukul 10. 30 Wita ditemukan telah menjadi mayat di kampung halamannya Banjar Madangan, Petak Kaja, Gianyar.
Baca juga:
Gelombang 4 Meter Terjang Pesisir Gianyar
Berdasarkan keterangan yang disampaikan oleh Perbekel (kepala desa) Petak, I Ketut Mahardika, korban seuasi lari pagi beristirahat di bawah pohon kamboja wilayah setempat.
Tiba-tiba, penyakit epilepsi korban kumat dan terjatuh ke parit tanpa air. Karena jatuh telungkup, kemungkinan korban tewas karena nafasnya sesak.
Korban ditemukan pertama kali oleh kerabatnya, I Made Ngenteg. Begitu ditemukan, Ngenteg bersama warga lainnya melaporkan kasus ini ke Mapolsek Gianyar.
Baca juga:
Gelombang 4 Meter Terjang Pesisir Gianyar
Kapolsek Kota Gianyar, AKP I Nyoman Suarnatha ketika dimintai keterangannya membenarkan kejadian ini. Tak ada tindakan kriminal pada kejadian ini. Korban tewas murni lantaran terpeleset, dan menderita penyakit Epelipsi.
“ Setelah kami selidiki tak ada unsur tindakan kriminal dalam kasus ini, “ ungkapnya. (Art)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3919 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 3090 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2112 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2057 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun