Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 31 Juli 2026
Parkir Manuver Gilimanuk Diduga Bocor Rp15 Juta Sehari
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Dugaan kebocoran retribusi parkir di kawasan manuver Gilimanuk menjadi perhatian serius DPRD Jembrana dalam pembahasan Kebijakan Umum APBD dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Kabupaten Jembrana Tahun Anggaran 2027.
DPRD Jembrana meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk menekan potensi kebocoran pendapatan tersebut. Persoalan ini dinilai penting karena pemerintah daerah diperkirakan menghadapi penurunan dana transfer dari pemerintah pusat pada 2027.
Ketua DPRD Jembrana, Ni Made Sri Sutharmi, mengatakan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) harus menjadi salah satu fokus pemerintah. Menurutnya, retribusi parkir di kawasan manuver Gilimanuk masih memiliki potensi besar untuk dioptimalkan.
Baca juga:
Jembrana Mulai Terapkan e-Retribusi Parkir Gilimanuk, Bank BPD Bali Perkuat Sistem Digitalisasi
Ia menilai persoalan yang terjadi bukan berada pada sistem, melainkan pada pelaksanaannya di lapangan. Karena itu, pemerintah daerah diminta segera melakukan pembenahan secara menyeluruh.
"Kalau persoalannya sudah diketahui, harus segera ditindaklanjuti. Jangan sampai yang diselamatkan justru oknum. Yang harus diselamatkan adalah PAD Kabupaten Jembrana," tegas Sri Sutharmi.
DPRD Jembrana juga mengusulkan evaluasi total terhadap pola pengelolaan parkir di kawasan manuver Gilimanuk. Salah satu opsi yang didorong yakni menempatkan petugas yang lebih independen, termasuk dari unsur PPPK, sehingga pengawasan dapat dilakukan lebih optimal dan peluang terjadinya penyimpangan bisa ditekan.
Selain pembenahan petugas, sistem pembayaran retribusi parkir juga diusulkan terintegrasi dengan aplikasi Ferizy milik PT ASDP Indonesia Ferry. Melalui sistem tersebut, pembayaran parkir dapat dilakukan bersamaan dengan pembelian tiket penyeberangan sehingga seluruh transaksi tercatat secara elektronik.
Sekretaris Daerah Kabupaten Jembrana, I Made Budiasa, mengatakan pemerintah daerah telah melakukan evaluasi terhadap sejumlah sumber pendapatan daerah, termasuk retribusi parkir di kawasan manuver dan terminal Gilimanuk.
Evaluasi dilakukan melalui uji petik dengan membandingkan jumlah kendaraan yang melintas dengan penerimaan retribusi yang masuk. Dari uji petik tersebut, pemerintah menemukan adanya selisih antara potensi penerimaan dengan retribusi yang tercatat.
Kepala BPKAD Jembrana, I Gede Gusdiendi, mengungkapkan uji petik dilakukan selama tujuh hari penuh atau 24 jam. Hasilnya ditemukan selisih penerimaan rata-rata sekitar Rp15 juta per hari.
"Selama tujuh hari kami melakukan uji petik selama 24 jam. Hasilnya ditemukan selisih rata-rata sekitar Rp15 juta per hari antara kendaraan yang melintas dengan penerimaan retribusi yang tercatat," ujarnya.
Temuan tersebut, kata Gusdiendi, telah dilaporkan kepada Sekda Jembrana dan menjadi perhatian pemerintah daerah. Untuk mencegah kebocoran, Pemkab Jembrana kini menyiapkan skema pembayaran secara bundling antara tiket parkir dan tiket penyeberangan sehingga seluruh transaksi dapat dipantau secara digital.
Jika selisih rata-rata Rp15 juta per hari tersebut dapat ditekan, potensi tambahan penerimaan daerah diperkirakan cukup besar. Karena itu, pembenahan pengelolaan retribusi parkir di kawasan manuver Gilimanuk menjadi salah satu langkah yang dinilai dapat memperkuat PAD Jembrana.
Di sisi lain, pemerintah daerah juga akan mengoptimalkan pemanfaatan aset di kawasan manuver Gilimanuk. Pemanfaatan aset tersebut akan disesuaikan dengan rencana pengembangan kawasan oleh pemerintah pusat.
Penyesuaian nilai sewa aset nantinya mengacu pada hasil penilaian Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP). Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kontribusi aset daerah terhadap PAD Kabupaten Jembrana.
Selain persoalan retribusi parkir, rapat KUA-PPAS 2027 juga membahas berbagai strategi peningkatan PAD Jembrana. Di antaranya optimalisasi pajak daerah, penyesuaian Perda pajak dan retribusi, pemanfaatan aset milik daerah hingga evaluasi kinerja RSU Negara.
Namun, mayoritas anggota Banggar menilai pembenahan retribusi parkir di kawasan manuver Gilimanuk harus menjadi prioritas. Sektor tersebut dinilai memiliki peluang memberikan tambahan pendapatan bagi Kabupaten Jembrana dalam waktu relatif cepat.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3912 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 3073 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2104 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2054 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun