Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Latar Belakang Keluarga ODGJ dengan Bayi di Pantai Sangsit Tak Jelas

Jumat, 16 Januari 2026, 22:03 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Latar Belakang Keluarga ODGJ dengan Bayi di Pantai Sangsit Tak Jelas.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Dinas Sosial Kabupaten Buleleng menitipkan seorang perempuan dengan gangguan jiwa (ODGJ) beserta bayi yang dilahirkannya di Pantai Sangsit, Kecamatan Sawan, Buleleng, ke sebuah rumah aman. 

Langkah ini dilakukan untuk memastikan keselamatan ibu dan bayi, sekaligus menjamin pemenuhan kebutuhan dasar pascamelahirkan.

Kepala Dinas Sosial Buleleng, Putu Kariaman Putra, mengatakan perempuan bernama Neny Pungwam, warga Kampung Asarbei, Desa Asarbei, Kecamatan Warmare, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, bersama bayi perempuannya kini dititipkan di rumah aman milik Yayasan Anak Domba yang berlokasi di Desa Tegallinggah, Kecamatan Sukasada, Buleleng.

“Bayinya kami titip di rumah aman bersama ibunya karena sangat penting agar tetap bisa memberikan ASI kepada bayinya,” jelasnya saat dikonfirmasi Jumat (16/1).

Untuk kebutuhan bayi seperti popok dan perlengkapan lainnya, Dinas Sosial Buleleng telah berkoordinasi dengan pihak yayasan guna memastikan seluruh kebutuhan dasar terpenuhi.

“Kebutuhan bayi kami siapkan bersama yayasan,” tambahnya.

Mengingat Neny bukan warga Buleleng, Dinas Sosial Kabupaten Buleleng telah melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Bali terkait kemungkinan pemulangan ibu dan bayi tersebut ke daerah asalnya di Papua Barat.

“Sudah kami komunikasikan dengan Dinas Sosial Provinsi, nanti dari provinsi akan berkoordinasi dengan daerah asalnya,” katanya.

Terkait latar belakang keluarga, Kariaman menyebutkan keterangan yang disampaikan Neny masih simpang siur. Hingga kini, keberadaan keluarga perempuan tersebut juga belum diketahui secara pasti, sehingga menyulitkan proses penelusuran lebih lanjut.

“Pengakuannya, dia (Neny) datang ke Bali bersama ibunya, saat umurnya masih tiga bulan. Apakah dia juga ditelantarkan oleh ibunya, atau seperti apa sulit untuk dipercaya karena kondisinya yang mengalami gangguan kejiwaan," ucap Kariaman.

Dari hasil pendampingan awal, diketahui Neny melahirkan bayinya seorang diri di sekitar pantai. Ia diketahui tinggal di sebuah gubuk sederhana di kawasan pantai sebelum akhirnya melahirkan tanpa bantuan siapa pun.

“Dia melahirkan sendiri di pantai. Kalau ditanya siapa ayah bayi atau pelakunya, jawabannya juga tidak jelas, jadi cukup sulit untuk didalami,” pungkas Kariaman.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/rat



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami