Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
Ledakan di Rumah KPPS Pamekasan, Pelaku Gunakan Bom Ikan Bondet
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Kapolda Jawa Timur Irjen Imam Sugianto mengatakan ledakan di rumah Husairi, Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) TPS 06 Dusun Timur, Desa Nyalabu Daya, Kecamatan Pamekasan, diduga berasal dari bahan peledak bom ikan bondet.
"Sudah kita identifikasi, bahan dasarnya adalah dari kalau enggak salah dari bom ikan bondet," kata Imam di Mapolda Jatim, Selasa (20/2).
Ledakan itu terjadi Senin (19/2) sekitar pukul 03.45 WIB. Beruntung, Husairi sedang berada di rumahnya yang lain saat kejadian.
Akibat ledakan itu dinding rumah Husairi rusak, kemudian pintu dan kaca jendela depan serta samping hancur, termasuk lemari kayu yang terletak di ruang tengah. Tempat tidur korban dan plafon bagian depan rumah juga rusak.
"Tapi, Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, kerusakan material rumah yang ditaruh di depannya itu," ucapnya.
Baca juga:
Ayah Cekik Anak Kandung Hingga Tewas
Saat ini, kata Imam, Tim Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) Brimob Polda Jatim beserta Polres Pamekasan sedang melakukan identifikasi di lokasi.
"Biarkan tim penyelidik backup Polda Jatim dan Polres Pamekasan bekerja, kita tunggu saja," pungkasnya.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3368 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1305 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 918 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 840 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 678 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun