Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 9 Agustus 2026
Libur Lebaran, Okupansi Hotel di Karangasem Meningkat 20 Persen
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Tingkat hunian atau okupansi hotel di Karangasem meningkat hingga 20 persen memasuki bulan April dan libur Lebaran tahun 2023 ini.
Kondisi ini menurut Ketua PHRI Karangasem, I Wayan Kariasa tidak lepas dari pengaruh libur Lebaran serta musim kunjungan wisatawan mancanegara yang biasanya mulai berdatangan pada bulan April.
"Libur panjang ini, secara umum berpengaruh luar biasa, sangat bagus utamanya tingkat hunian hotel, kunjungan restoran dan kunjungan objek wisata. Khusus untuk hunian hotel kita meningkat sekitar 15 sampai 20 persen dibanding bulan lalu," ujar Kariasa saat dihubungi, Senin (24/4/2023).
Meski libur lebaran cukup berpengaruh, namun persentase hunian dan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Karangasem masih didominasi oleh wisatawan mancanegara, dengan perbandingan 60 persen wisatawan mancanegara dan 40 persen wisatawan domestik.
"Masih didominasi wisatawan mancanegara, memang wisatawan Eropa biasanya mulai berkunjung pada bulan april ini. Ditambah dengan adanya libur ini juga lumayan berpengaruh terhadap tamu domestik dan tamu lokal yang mengajak keluarga berlibur ke Bali Tumur termasuk kunjungan ke restoran dan objek wisatanya," kata Kariasa.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4429 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2024 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1542 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 998 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 934 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun