Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 15 Mei 2026
Longsor Digerus Air, 12 Mayat Nongol dari Kuburan
tabanan
BERITABALI.COM, TABANAN.
Dua belas mayat di setra ( kuburan) Jawa di Banjar Adat Denuma, Desa Kukuh, Marga menyumbul lantaran tanah kuburan tergerus air, Rabu, (9/11) . Beberapa mayat diduga sampai hanyut terbawa arus tukad atau sungai Yeh Ge yang lokasinya berada di sebelah timur setra tersebut.
Jebolnya kuburan warga Desa Adat Kukuh itu diketahui pertama kali oleh Kelian Dinas Tegal, Nyoman Murja Sekitar pukul 07.00. Saat itu Murja hendak pulang ke Banjar Tegal untuk mandi. Seperti biasa ia melalui jalan setra.
Saksi kaget setelah melihat lubang kuburan menganga akibat tanahnya tergerus. Murja lalu melaporkan jebolnya tanah kuburan ini ke Perbekel (kepala desa) Kukuh I Ketut Budiarta.
Budiarta langsung turun ke lokasi dan menginformasikan ke semua kelian adat yang menjadi pengempon di Pura Dalem Setra Jawa.
"Dua belas mayat tampak muncul akibat kuburan longsor dan tergerus air. Mungkin ada pula yang hanyut terbawa longsor," ujar Budiarta.
Longsor susulan kembali terjadi di setra tersebut sekitar pukul pukul 09.00. Peristiwa itu mendapatkan atensi dari Camat Marga I Made Murdika yang langsung turun ke lokasi. Sejauh ini pihaknya bersama desa adat setempat hanya melakukan upaya antisipasi berupa pemagaran lokasi longsor. Mengingat tanggal 15 November mendatang ada upacara piodalan di Pura Dalem Sema Jawa.
“Saya juga telah melaporkan kejadian ini kepada Bupati,” jelas Murdika. (nod)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1317 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1012 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 851 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 759 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik