Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Lupa Matikan Kompor, Dapur Warga Seririt Terbakar

Selasa, 14 April 2026, 18:37 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Lupa Matikan Kompor, Dapur Warga Seririt Terbakar.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Sebuah dapur semi permanen milik warga di Banjar Dinas Karya Nadi, Desa Randu, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, terbakar pada Selasa (14/4) pagi. Kebakaran diduga terjadi akibat kelalaian pemilik yang lupa mematikan api kompor.

Seizin Kapolres Buleleng, Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz, menjelaskan bahwa dapur milik Putu Kota (82) terbakar sekitar pukul 08.45 Wita. Api pertama kali diketahui oleh saksi bernama Ni Luh Sukesari (74) yang kebetulan melintas di depan rumah korban.

Saksi melihat kobaran api berasal dari dalam dapur, kemudian segera menghubungi pemilik rumah dan melaporkan kejadian tersebut ke aparat desa setempat.

Petugas pemadam kebakaran pun dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api dan mencegah kebakaran meluas ke bangunan lainnya.

“Dugaan sementara akibat kelalaian, di mana api yang digunakan untuk memasak tidak dipadamkan saat korban pergi meninggalkan rumah,” jelas Iptu Yohana.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kebakaran menghanguskan sejumlah peralatan dapur serta sebagian atap bangunan rumah.

Akibat kejadian tersebut, korban ditaksir mengalami kerugian sekitar Rp5 juta.

"Kami imbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat menggunakan api, terutama saat memasak. Pastikan sebelum rumah ditinggal, kompor dalam keadaan mati guna mencegah terjadinya serupa," tandas Iptu Yohana.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/rat



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami