Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 14 September 2026
Made Baret Gantung Diri di Pohon Durian
BERITABALI.COM, TABANAN.
Aksi bunuh diri kembali ditempuh warga Tabanan. Setelah sebelumnya seorang nenek di Kecamatan Pupuan gatung diri di dalam kamarnya, aksi "ulah pati" terjadi lagi di Banjar Soka Kanginan, Desa Senganan, Kecamatan Penebel, Tabanan, Minggu (29/3/2015).
Korban I Made Baret (65) warga setempat ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, dengan tubuh menggantung di pohon durian. Tubuh korban ditemukan sudah dalam posisi tergantung tali di dalah satu dahan ponon durian dekat kandang sapi sekitar pukul 07.00 wita.
Yang pertama kali menemukan tubuh korban dalam posisi menggantung adalah I Nengah Catrawan (55). Saat itu saksi Catrawan hendak melihat sapinya yang ada di kadang. Sampai di kandang saksi saksi sangat terkejut karena melihat sosok tubuh manusia dalam keadaan menggantung di batang dahan pohon durian.
Saksi kemudian mendekat. Ternyata sosok tubuh yang menggantung tersebut adalah salah satu warganya. Saksi langsung melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian dan kerabat korban. Tubuh korban kemudian diturunkan lanjut diperiksa.
Setelah dilakukan pemeriksaan, tidak ditemukan kekerasan pada tubuh korban. Kematian korban murni karena gantung diri. Korban nekat gatung diri diduga karena penyakit struk (tekanan darah tinggi) yang dideritanya tak kunjung sembuh. “Kematian korban murni karena gatung diri,” jelas Kapolsek Penebel AKP Sri Subakti.
Reporter: bbn/nod
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3401 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 2790 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 1908 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan