Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
Malam Pengerupukan, Ribuan Ogoh-ogoh Diarak Keliling Desa
BERITABALI.COM, BADUNG.
Sehari menjelang hari raya Nyepi atau malam pengerupukan, ribuan ogoh-ogoh atau patung yang terbuat dari perpaduan kayu, bambu dan kertas yang dirangkai berbagai bentuk, Jumat (20/3/2015) diarak menglilingi masing-masing banjar dan desa di Pulau Bali.
Ogoh-ogoh yang diarak berkeliling oleh warga desa di Bali memiliki berbagai macam bentuk dan rupa tergantung keinginan warga setempat. Ogoh-ogoh umumnya berbentuk maklum menyeramkan seperti raksasa maupun tokoh pewayangan.
Tokoh adat Kuta, Dewa Gede Mayun, mengatakan ogoh-ogoh merupakan cerminan dari sifat jelek dan roh jahat. Diaraknya, ogoh-ogoh ke jalan disetiap banjar atau desa di Bali untuk memberitahukan kalau ogoh-ogoh mencerminkan sifat buruk atau roh jahat.
"Ogoh-ogoh merupakan simbol atau sifat-sifat jelek, seperti, amarah, dengki, sombong, iri hati, asusila dan lain sebagainya," ujar Penglingsir Puri Satria Dalem Kaleran Kuta saat ditemui Beritabali.com, Jumat malam (20/3/2015).
Lebih jauh Kelian Adat Banjar Tegal Kuta ini mengakui jika bentuk kreasi ogoh-ogoh di Bali biasanya melambangkan 'butakala' atau lambang kekuatan jahat. "Namun terkadang ada juga ogoh-ogoh berbentuk tokoh tertentu atau bentuk khusus yang bermaksud sindiran sosial atau sekedar lucu-lucuan yang bermaksud menghibur warga," pungkasnya.
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 842 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 770 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 738 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 391 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 371 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun