Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 3 November 2026
Malam Pengerupukan, Ribuan Ogoh-ogoh Diarak Keliling Desa
BERITABALI.COM, BADUNG.
Sehari menjelang hari raya Nyepi atau malam pengerupukan, ribuan ogoh-ogoh atau patung yang terbuat dari perpaduan kayu, bambu dan kertas yang dirangkai berbagai bentuk, Jumat (20/3/2015) diarak menglilingi masing-masing banjar dan desa di Pulau Bali.
Ogoh-ogoh yang diarak berkeliling oleh warga desa di Bali memiliki berbagai macam bentuk dan rupa tergantung keinginan warga setempat. Ogoh-ogoh umumnya berbentuk maklum menyeramkan seperti raksasa maupun tokoh pewayangan.
Tokoh adat Kuta, Dewa Gede Mayun, mengatakan ogoh-ogoh merupakan cerminan dari sifat jelek dan roh jahat. Diaraknya, ogoh-ogoh ke jalan disetiap banjar atau desa di Bali untuk memberitahukan kalau ogoh-ogoh mencerminkan sifat buruk atau roh jahat.
"Ogoh-ogoh merupakan simbol atau sifat-sifat jelek, seperti, amarah, dengki, sombong, iri hati, asusila dan lain sebagainya," ujar Penglingsir Puri Satria Dalem Kaleran Kuta saat ditemui Beritabali.com, Jumat malam (20/3/2015).
Lebih jauh Kelian Adat Banjar Tegal Kuta ini mengakui jika bentuk kreasi ogoh-ogoh di Bali biasanya melambangkan 'butakala' atau lambang kekuatan jahat. "Namun terkadang ada juga ogoh-ogoh berbentuk tokoh tertentu atau bentuk khusus yang bermaksud sindiran sosial atau sekedar lucu-lucuan yang bermaksud menghibur warga," pungkasnya.
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 551 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 406 Kali
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 405 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan