Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 19 Mei 2026
Memuja Leluhur Nusantara di Pura Luhur Medang Kamulan
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Pujawali Pura Penataran Luhur Medang Kamulan bertepatan dengan Purnama Kaulu dan tahun ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 8 Pebruari 2020. Upacara dipuput oleh 8 Sulinggih dari berbagai wilahyah Nusantara.
[pilihan-redaksi]
Sebelum Rangkaian upacara puncak dilaksanakan simakrama dengan para pemedek yang hadir untuk memberikan dharma wacana tentang upacara dan pemahaman tentang agama Hindu yang universal.
Romo Sepuh Satya Bhuana sebagai juru kunci pura mengatakan upacara ini sangat langka di pulau Jawa karena selain pemujaan terhadap kebesaran Ida Sang Hyang Widi, upacara ini juga dilaksanakan untuk pemujaan terhadap para leluhur Nusantara.
Peradaban Nusantara yang sangat besar dan sejarah yang sangat panjang kini menyisakan berbagai dinamika bahkan banyak masyarakat yang melupakan jati diri mereka, lupa keleluhuran mereka.
Di pura Penataran Luhur Medang Kamulan inilah para spirit leluhur Nusantara dikumpulkan dan dipertemukan dengan para generasi yang akan meneruskan Nusantara ini dimasa depan.
Lebih lanjut Romo Sepuh Satya Bhuana yang masih aktif sebagai Kolonel marinir ini menjelaskan sejarah berdirinya Pura Penataran Luhur Medang Kamulan hingga beliau sendiri mengabdikan hidupnya untuk ngayah sebagai juru kunci di tempat ini.
Pura ini adalah penyatuan spirit Nusantara dan yang tangkil kesini bukan hanya dari umat Hindu tetapi banyak juga dari agama lain yang sembahyang menyembah leluhur mereka. Beliau menyampaikan semua agama tujuannya sama hanya cara saja yang berbeda.
Beliau berharap masyarakat sadar bahwa kita semua adalah saudara harus bersatu membangun NKRI ini tanpa sekat agama.
Sementara itu Ida Rsi Wisesanatha sebagai perwakilan sulinggih dalam dharma wacana menyampaikan tata cara perilaku yang baik dalam menjalankan dharma.
Disiplin, etika, kejujuran dan kemurnian adalah dasar untuk menuju kebahagiaan, kesejahteran dan kedamaian hidup. Agar bangsa ini maju setiap orang harus berupaya keras melatih diri untuk memiliki sikap dasar ini. Jika sikap dasar ini telah dilakukan maka spirit Nusantara akan senantiasa menuntun para wadagnya sebagai generasi yang akan meneruskan Nusantara ini sampai kepada tujuanya Gemah Ripah Lohjinawi.
Upacara puncak dilaksanakan dengan khidmat, dihadiri oleh umat yang berasal dari berbagai daerah di pulau Jawa, Bali dan daerah lainnya di Indonesia. Berbagai tari-tarian sakral dan tari-tarian traditional dipentaskan untuk memeriahkan acara puncak pujawali ini.
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1585 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1196 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1044 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 915 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah